Wordpress vs BloggerBelajar Bareng 

WordPress vs Blogger, pilih Blogger atau WordPress Untuk Calon Blog Keren Kamu

WordPress vs Blogger

Wordpress vs Blogger

Hal yang paling krusial sebagai calon blogger adalah memilih platfrom blog yang akan digunakan. Biasanya langsung mengadu WordPress vs Blogger, begitu kan? Dua platform ini paling sering diadu karena banyak yang menggunakan. Sehingga bagi calon blogger, hal ini menimbulkan kebimbangan.

Di sini saya tidak ingin menambah kebingungan bagi yang sudah bingung. Saya hanya ingin share mengenai apa saja yang dulu menjadi pertimbangan untuk memilih WordPress sebagai platform blog-blog saya.

WordPress Template

Kalau kamu hanya mengadu WordPress vs Blogger hanya di perkara template atau theme, maka hemat saya, jangan dibandingkan di perkara ini. Karena keduanya memiliki banyak theme atau template yang keren-keren. Silakan gugling sendiri dan lihat betapa bingungnya kamu nanti.

WordPress free theme

“Tapi kan kalo WordPress, theme-nya banyak yang gratis kak.”

Halah, Sama aja, dek. Blogger juga punya template yang gratis. Bejibun pula. Kamu tinggal pilih, lalu download, kemudian aplod dan pasang di hosting kamu.

WordPress mobile theme

“Tapi, tapi kak, WordPress mobile theme tuh kewren-kewren lho, ngga kayak yang sonoh.”

Siapa bilang? Blogger juga punya theme yang responsive dan mobile friendly. Silakan buktikan. Pasang theme yang responsive dan lihat melalui layar hape kamu.

Yang jelas, di segment template atau theme, WordPress vs Blogger akan semakin membuat bingung calon blogger yang bingung. Bagaimana tidak, membandingkan sesuatu hanya berdasarkan “penampilan” tentu tidak akan mendapat hasil yang signifikan.

Lantas apa yang membuat saya memilih WordPress ketimbang Blogger?

WordPress User Interface

Saat awal ngeblog, saya menggunakan Blogger sebagai platformnya. Sebagai Nubi saya kebingungan dengan user interface Blogger. “Ngga apa-apa, nanti juga terbiasa. Saya dulu juga.”

Bukan, bukan perkara “nanti juga terbiasa”. Tetapi First Experience saat memandang user interface-nya. WordPress memiliki user interface yang lebih Friendly ketimbang Blogger bagi yang baru pertama kali melihat dan menggunakannya.

Salah satu hal yang masih saya ingat sampai sekarang adalah “Wuih, kalo di WordPress, kamu tinggal arahkan kursor ke salah satu menu maka anak menu yang ada di dalamnya akan muncul”.

Wordpress vs Blogger

Hal sederhana lho. Ngga perlu klik pada menu untuk melihat anak menu yang ada. Letakkan saja kursor maka kamu dapat melihat anak menunya. Di Blogger, kamu harus klik untuk aksi ini. Bagi saya yang nubi, hal sesederhana ini dapat membuat saya berpaling.

Kenapa? karena terkadang jaringan internet tidak selalu ngebut. Seringkali lambat seperti siput. Jadi kalau untuk melihat isi dari menu Setting harus klik, maka ada waktu tunggu yang menjemukan ketika jaringan internetnya sedang tidak bersahabat.

Apalagi, hal tersebut di atas dapat menghemat kuota internet kita. Meski hanya membutuhkan sedikit kuota internet tapi jika dilakukan berkali-kali dan diakumulasi selama berbulan-bulan, berpengaruh kan?

WordPress plugin

Setelah lumayan lama menggunakan Blogger sebagai platform, saya menemukan beberapa kendala saat blogging. Saya ingin memasang iklan di tengah postingan. Kemudian saya mencari tutorial cara memasang iklan di tengah postingan. Saya mendapatkannya melalui laman mbah Google. Saya ikuti dan berhasil.

Langkah-langkah memasang iklan di tengah postingan tersebut tidak gampang.  Blogger pemula seperti saya cukup kerepotan untuk melakukannya. Apalagi iklan yang muncul benar-benar berada di tengah postingan. Artinya jika kamu menulis sebanyak 1000 kata yang dibagi dalam beberapa paragraf maka iklan kamu muncul kurang lebih di kata ke 500.

Cukup jauh kan? Pembaca harus menuntaskan membaca 400 kata lebih untuk melihat iklan kamu. Sama artinya kamu memasang iklan di bawah postingan pada artikel 400 kata. Sama juga memasang iklan di footer jika postingan kamu 400 kata.

Lalu saya ingin memasang iklan di paragraf yang saya tentukan sendiri. Di paragraf berapapun. Saya cari di Google. Ternyata tidak ketemu.

Lain cerita jika platform blog adalah WordPress. Saya menemukan banyak plugin yang bisa membantu menuntaskan masalah saya. Ad Inserter adalah salah satunya. Menggunakan plugin ini, saya bisa meletakkan iklan di paragraf manapun yang saya inginkan. Plugin sejenis juga bertebaran. Tinggal pilih.

baca : Cara Pasang Iklan Adsense di WordPress Menggunakan Ad Inserter

Nah, dari beberapa hal itu saja saya sudah mantab untuk mengatakan WordPress lebih nyaman digunakan jika dibandingkan platform Blogger. Jika boleh saya bilang, WordPress vs Blogger pemenangnya adalah WordPress. Tapi itu akan kembali ke diri masing-masing. Silakan diputuskan.

baca juga : Cara Membuat Blog di WordPress

baca juga : Cara pasang Iklan Adsense di Blogspot untuk Meningkatkan Earningmu

Related posts

2 Thoughts to “WordPress vs Blogger, pilih Blogger atau WordPress Untuk Calon Blog Keren Kamu”

  1. […] baca juga : WordPress vs Blogger untuk calon blog keren kamu? […]

  2. […] baca juga : WordPress vs Blogger untuk calon blog keren kamu? […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: