Waktu dan Perubahan

Benarkah waktu akan mengubah manusia? seperti yang mungkin Anda pernah dengar seseorang berkata, “doakan aku ya, semoga seiring berjalannya waktu, aku akan menjadi seperti yang engkau minta”. Ada juga yang berkata seperti “ntar juga sadar sendiri” dan semacamnya. Benarkah demikian?

Bersembunyi di balik waktu.

Mungkin itu kata yang pas bagi mereka yang angin-anginan dalam menyambut perubahan. Dalam hal ini perubahan dari kurang baik menuju lebih baik untuk diri sendiri. Padahal perubahan itu penting. Karena semakin kedepan, seseorang akan dihadapkan pada peran yang semakin kompleks.

Semula ia berperan menjadi anak kecil yang rewel dan manja, kemudian berperan menjadi anak abg berstatus pelajar plus generasi penerus, kemudian ditambah sebagai pasangan. Tidak berhenti di sini. Akan semakin kompleks peran seseorang menurut usianya. Hingga berperan sebagai ayah/ibu + pasangan + (jabatan) + generasi panutan dan masih banyak peran lagi. Berperan sebagai generasi panutan, apakah pantas jika kita masih menyimpan rasa malas, manja, tidak peduli?

Pastilah. Generasi penerus akan malas, manja dan tidak peduli jika mereka dicontohkan hal tersebut oleh generasi panutan yang malas, manja dan tidak peduli.

Generasi penerus akan menjadi generasi porno apabila dicontohkan oleh generasi panutan yang porno pula.

Apakah kita akan berkata “ntar juga sadar sendiri”??

Jangan membebankan kepada sang waktu. Ia hanya berjalan mengikuti titah Tuhannya. Ia tidak mampu mengubah siapa-siapa. “Siapa-siapa” itulah yang harus mengubah dirinya sendiri. Dan kewajiban generasi sebelumnya-lah untuk membantu mengubah generasi penerus agar menjadi lebih baik. Dengan memberi contoh sikap yang baik, tutur kata yang baik, pola pikir yang baik.

Insya allah, generasi penerus akan lebih baik dari generasi sekarang.

#iyoOpoOra?

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai