Wajibkah mandi junub bagi pemakai kondom?

Jika ada orang yang ber-jima’ dengan menggunakan kondom, apakah dia wajib mandi?

Simak kajian berikut

Jika keluar maka wajib mandi, karena keluarnya . Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kewajiban mandi itu karena keluarnya air (mani).” (HR. Muslim).

Namun jika tidak sampai keluar mani, maka ada tiga pendapat ulama:

Pertama, suami maupun istri wajib mandi tanpa kecuali. Baik kondomnya itu tebal maupun tipis. Ini adalah madzhab Imam asy-Syafi’i.

Kedua,
tidak wajib mandi secara mutlak. Ini adalah madzhab hambali. Karena dalam kondisi ini tidak terjadi pertemua antara dua kemaluan.

Ketiga, jika lapisan kondomnya tipis, di mana suami mendapatkan kehangatan dan kenikmatan, maka wajib mandi. Tapi jika kondomnya tebal, sehingga suami tidak merasakan gesekan dengan kemaluan istri, maka tidak wajib mandi. Ini adalah madzhab Malikiyah. Tentang pendapat ketiga ini, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin mengatakan, “Pendapat ini lebih mendekati. Dan yang lebih hati-hati adalah tetap mandi.” (Asy-Syarhul Mumti’, 1/234).

(Fatwa al-Islam: Tanya-Jawab, no. 37031)

Diterjemahkan oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Pendapat Pribadi

Dari pada bingung. Saya lebih cenderung kepada komentar Syaikh Muhammad Bin Shalih al-Utsaimin yang berkata “….. Dan yang lebih hati-hati adalah tetap mandi ”

Karena standar benar salah-nya bukan dari mahzab mana dia belajar,melainkan di hadapan Allah. Mahzab hanya membantu kita untuk menemukan jalan keluar dari sebuah masalah. Sedang kita tidak bisa komunikasi langsung dengan Allah,maka kita tidak tahu apakah hal ini (masalah yang kita bahas) perlu mandi atau tidak. Demi amannya,maka sebaiknya tetap mandi. Kecuali jika hal ini akan membahayakan hidupnya. Misal di daerah yang terlampau dingin seperti kutub dan daerah lain.

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai