Underestimate

Sikap underestimate memang merugikan. Tidak hanya berdampak buruk bagi diri sendiri seperti yang ditulis oleh Pakdhe Cholik, namun juga berdampak negatif kepada orang lain. Sikap ini mampu menumbuhkan rasa tidak percaya diri.

Sedikit contoh, jika anak tidak mampu mengerjakan sesuatu, seringkali orang yang lebih tua (kakak, tetangga, bahkan orang tua sendiri) berkata “Tuh, ngga bisa kan. Kamu bodoh sih” atau perkataan sejenis lainnya. Hal itu jika terus menerus diucapkan akan membuat semacam sugesti kepada diri si anak dan terbawa hingga dewasa nanti. Sugesti yang timbul kurang lebih seperti, “Ah, aku kan bodoh, jadi sudah pasti ngga bisa” dan itu akan membuat dia menjadi benar-benar tidak bisa.

Ada lagi. Seorang Bapak berkata “emangnya pemuda bisa apa?” saat akan mengadakan acara peringatan kemerdekaan disebuah kampung. Sikap Underestimate itu membuat beberapa pemuda menepi dan mundur perlahan, hanya beberapa yang tetap mencoba mendirikan tenda meski mengalami banyak kesulitan.

Underestimate sangat merugikan. Mari menjaga ucapan kita. Jangan sampai ucapan kita dapat membekukan semangat anak-anak kita, anak-anak yang akan menggantikan kita.

 

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai