Timnas U-19 dan Bualan Pasca Hasil Final AFF.

Permainan berkelas terlihat telah dimiliki garuda-garuda muda Timnas U-19. Umpan-umpan pendek dengan mudahnya diperagakan dalam event bergengsi. Saling bahu membahu silih berganti menyerang dari semua sisi. Menggempur pertahanan lawan dan acap kali membuat degup jantung berhenti ketika sebuah tendangan dilakukan. Bola melesat kencang seiring nafas penonton yang terhenti seketika. Semua mata tertuju kearah yang sama. Sebagian asa berharap sebuah keberhasilan, asa yang lain justru sebaliknya. Bola meluncur kearah salah satu sudut gawang. Sang kiper berusaha menangkapnya. Ia bergerak cepat. Melompat. Tangannya berusaha menjangkau bola. Namun ia tidak berhasil menangkapnya, bola membentur mistar kanan. Memantul ke kiri. Masuk ke dalam gawang dan sorak-sorai penonton membahana tatkala kulit bundar tersebut menggetarkan jala. GOOOOOOOLL!!!

Ada yang meloncat kegirangan, ada yang bernyanyi-nyanyi dan mengelukan sang atlet Timnas U-19 yang tengah selebrasi di tengah lapangan. Bendera dikibarkan dengan bangga. Nasionalisme kuat terpancang dalam sanubari para pemain dan penonton. Nasionalisme yang tumbuh bak jamur ketika nama bangsa berlaga di sejumlah event olahraga. Sebuah kebanggaan, sebuah kebahagiaan.

Namun setelah ini apa?? Apa yang akan terjadi setelah gol tersebut? Apa yang akan terjadi setelah event berlalu? Apa yang terjadi setelah nasionalisme itu tumbuh serentak instan seketika?

Ribuan mata melihat, ribuan telinga mendengar, ribuan pena menuliskan janji-janji mereka yang katanya Pemerintah berupa ini itu. Ribuan mata tidak buta, ribuan telinga tidak tuli, ribuan pena menulis kembali kenyataan bahwa begitu  mudahnya melupakan janji yang pernah terucap. Bagaimana nasib para pemain Timnas U-19 nanti?? Akan berbeda dari pendahulunya atau hanya mengulang sejarah yang sama??

Lantas apa kabar jiwa nasionalisme para penonton yang berteriak “GOOOLL” disana?? Apakah jiwa itu tetap tertoreh dihati? Ataukah luntur seketika setelah kembali ke daerah masing-masing?  Berubah cepat dan sangat cepat?  Seiring berjalannya kompetisi lokal, mereka berhamburan dengan menenteng senjata demi membela tim daerah kebanggaannya. Rela bertaruh nyawa dan tega melukai serta membunuh saudara sebangsa dan setanah airnya yang beberapa waktu lalu berteriak bersama merayakan kemenangan negaranya. Sebuah kebodohan yang tidak patut dibudayakan.

Terlepas dari bagaimana Hasil Final AFF antara Indonesia vs Vietnam, selayaknya pemerintah memberikan penghormatan yang semestinya Timnas U-19 terima. Bukankah mereka juga pahlawan meski tidak menenteng senjata dan menumpahkan darah demi negara ini?

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai