Seri Nikah Muda #3 : Ingat Komitmen

Setelah Niat dan rezeki,kira-kira apa yang tepat untuk dibahas setelah pernikahan. Apakah sudah selesai permasalahannya? Menurut saya belum. Menurut saya,banyak yang harus di bahas demi kebaikan bersama. Dan yang menjadi prioritas pertama -menurut saya- adalah Mengingat Komitmen yang telah ada. entah itu komitmen yang sengaja di ucapkan berdua,maupun komitmen dalam diri sendiri yang mana mungkin hanya diri kita yang tahu.

Usia pernikahan yang masih belia -seumur jagung kata orang- sangat rentan dengan perselisihan yang sepele. Bahkan terlalu sepele untuk dibahas dan dijadikan masalah penting. Misal setelah menikah baru ketahuan kalo suami mengorok ketika tidur,istri ternyata ngiler pas tidur, keringat dan kentutnya bau dan sebagainya. Hal itu bagi pasangan yang sudah lama berumah tangga mungkin tidak jadi soal -“sudah cinta” katanya- namun bagi yang baru saja mendapat status baru,akan terasa berbeda.

Menurut saya,semua itu dampak dari pacaran. Sewaktu pacaran,seorang kekasih selalu berusaha tampil sempurna. Tidak ada bekas iler di pipi,tidak ada bulu hidung yang nongol dan narsis,bau mulut dan badan selalu wangi,selalu tampil rapi dan keren, terlihat putih dan cantik (cewek),semua itu adalah upaya untuk menarik perhatian. Dan ketika dihadapkan fakta bahwa telah hidup berdua 24 jam. Blaarrr !!! sosok yang seperti artis itu lenyap tak berbekas. Tinggal melihat kenyataan bahwa ternyata pasangan juga ngiler,suka ngupil,kentutnya maha bau,punya ladang komedo,dan ga seputih Sinta (kayak iklan yak..)

Seperti yang di ungkapkan Istri saya. Setiap menjelang sabtu malam,dirinya enggan makan biar perutnya lebih ramping (mendengar ini saya cuma komen “pliss deeee”),dan berusaha menahan kentut jika di perjalanan kerasa mau kentut. Kalo terpaksa di keluarkan harus sehalus mungkin (saya ketawa dan komen “segitunyaa”). Semua itu di lakukan demi Image. Biar pasangan ga Ilfil.

Saya yakin,banyak yang melakukan hal mirip seperti itu meski dengan cara yang berbeda. Namun tujuannya sama,demi Image.

***

Dari cerita diatas,apakah lantas kita harus menghentikan lajunya biduk pernikahan? dan putar balik demi mencari calon lain yang pastinya tidak sempurna?

Jika niat kita menikah adalah untuk Beribadah,menjalankan sunnah Nabi maka hal-hal tersebut tidak akan menggoyahkan iman. Melainkan malah menjadi bumbu yang manis. Pegang erat komitmen dan niat awal,jalani hidup baru bersama karena akan ada problematika yang tentunya tidaklah semudah dan se-sepele iler dan ingus belaka.

Semoga langgeng.

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai