Cari sate klatak paling enak di Jogja? Stop. Baca ini dulu.

Kamu cari sate klatak paling enak di Jogja?

Kami ngga tahu kriteria “paling enak” yang kamu cari. Tetapi jika yang kamu cari adalah sate kambing yang engga bau prengus. Empuk dan ngga liat. Berada di pusat kota Jogja. Dekat kampus UGM dan UNY. Ngga perlu bermacet-macet di jalanan. Kami bisa ngasih kamu rekomendasi untuk mengunjungi tempat ini. Salah satu sate kambing enak di Jogja, menurut kami.

Sate Klathak yang kami maksud berada di sebelah utara kampus UGM. Berada di lokasi yang sangat strategis membuatnya pelan tapi pasti menjadi salah satu sate klatak terkenal di Jogja. Kerap menjadi tongkrongan anak-anak muda. Dan hal itu menjadi alasan ke sekian sate mereka selalu terjual habis setiap harinya.

sate klatak paling enak di Jogja

Sate Klathak

Kami menyadari. Menikmati sate selalu ada kendala tersendiri yang menjadikannya kurang nikmat. Hal yang kerap terjadi adalah secuil daging yang nyempil di antara gigi. Ini sungguh meresahkan. Baru saja menggigit satu potong daging kambing, sudah harus mencari tusuk gigi untuk berburu slilit. Begitu kata orang Jawa menyebutkan secuil daging yang nyempil di antara gigi.

Tidak dipungkiri juga, bau khas kambing terkadang masih melekat dan enggan berpisah. Bau yang tidak sedap ini sering menjadi alasan seseorang mengurungkan niat untuk melahap sate tersebut.

Tetapi hal itu tidak kamu temukan di Nglathak. Sebuah tempat makan sate kambing di utara kampus UGM. Nglathak menyuguhkan sate klatak yang kekinian banget. Tidak hanya bau khas kambing hilang dan empuk, namun mereka menyajikan sate klathak dengan balutan Mozarella yang endes banget.

Berbeda dengan penjual sate kambing lainnya, Nglathak hanya menyembelih kambing tua yang sudah tidak produktif. Hal ini dilakukan karena Nglathak peduli dengan populasi hewan ini. Dengan tidak memotong kambing muda, yang tentu saja masih produktif, maka sedikit banyak Nglathak menjaga agar hewan ini tetap sustainable.

Meski menggunakan daging kambing tua, sate klathak yang dihidangkan benar-benar empuk. Hal ini dikarenakan pemilik Nglathak, Mas Subroto, menggunakan teknik rahasia yang dapat membuat daging kambing tua tersebut sangat empuk, teksturnya tetap ada, tidak meninggalkan slilit dan terutama tidak prengus.

sate klathak di jogja

*) sate klathak kekinian

Alumnus ITB tersebut menggunakan ilmu yang ia dapat di bangku kuliah untuk meracik daging kambing menjadi hidangan sate klatak yang bahkan akan disukai oleh mereka yang tidak suka sate kambing.

Ia tetap menjaga ciri khas sate klathak pada umumnya. Menggunakan jeruji sepeda yang juga digunakan oleh penjual sate klatak lainnya. Namun dengan ditambahkan Mozarella atau kuah terpisah, membuat sate klathak ini begitu kekinian.

Daftar Menu Nglathak

daftar menu sate klathak

daftar menu Nglathak

sate klathak jogja

*) Sate Klathak Mozarella kuah with Teh Biru. Ada level pedasnya lho.

sate klatak jogja

*) Tengkleng, Nasi Goreng Kambing, Sate Klathak.

 

Lokasi Sate Klatak Kekinian

Tempat yang disediakan memang tidak bisa dikatakan luas. Tetapi nyaman dan representatif. Bisa dipesan untuk acara syawalan, gathering komunitas, arisan, rapat dan lainnya. Dapat menampung hingga 30 orang dengan lesehan. Jika ingin menggunakannya diluar jam operasional, silakan saja. Syaratnya hanya satu, yaitu Tidak Boleh Merokok.

sate klatak jogja

image from akun twitter Nglathak

sate klathak jogja

*) Dipesan untuk gathering blogger dengan meja kursi. Khusyuk berdoa di depan layar ponsel masing-masing.

Jangan bilang suka kuliner jogja lho. Kalau belum coba sate klatak kekinian dekat kampus UGM ini. 

Nglathak 

Jalan Gambir Karangasem Baru, gang Seruni no 7. Caturtunggal, Depok, Sleman.
Buka setiap Sabtu hingga Kamis.
Jumat libur.
Jam 12:00 hingga 21:00.
FP : @Nglathak
IG :  @Nglathak
Twitter : @Nglathak

Reservasi atau pemesanan : DM Instagram atau bisa juga via  0856-1785-521.

*) gambar sate dan menu lainnya dijepret oleh Yugo.

Baca jugaSemanis Chocolate Devil The Harvest Jogja

Baca juga : Kedai Nyah Tan Li : Asiknya kuliner di pinggir kali

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai