Sun Life Financial, Liburan dan Perencanaan Matang

sun life financial

Pak Kaiser Simanungkalit

“Asuransi bukanlah sebuah produk. Asuransi adalah perencanaan.”

Demikan terang pak Kaiser Simanungkalit pada sambutannya di depan Media dan Blogger pada acara Seminar & Exhibition Roadshow Sun Life Financial di House of Balcony, Plaza Ambarukmo, 25 September 2016 lalu. Menurut penuturan beliau, Asuransi adalah perencanaan masa depan jangka panjang untuk ketenangan diri sendiri dan keluarga yang lain.

Hidup ini penuh dengan resiko-resiko. Keberadaan resiko tersebut berpotensi membuat kita dirundung kesedihan dan ketidak tenangan. Sangat mungkin rencana jangka panjang kita untuk si buah hati menjadi gagal atau setidaknya terhambat prosesnya. Asuransi tidak menepis semua resiko tersebut dan membuatnya menjadi tidak ada. Melainkan menjamin tetap terlaksananya rencana jangka panjang tersebut dan memberikan ketenangan kepada kita serta keluarga yang lain.

Misalkan saja, kita sebagai orang tua berencana akan menyekolahkan anak ke luar negeri beberapa tahun kedepan. Namun ternyata kemalangan datang menimpa sebelum rencana itu terwujud. Tentu hal ini akan membuyarkan rencana yang ada. Sang buah hati gagal melanjutkan sekolahnya di luar negeri dan hal itu membuatnya terhambat dalam mengejar apa yang ia cita-citakan. Sebagai orang tua, kita mendapatkan kesedihan setidaknya pada dua hal. Yang pertama karena kemalangan yang datang menimpa dan yang kedua adalah kesedihan kala menyadari rencana yang sudah digadang-gadang harus lantak seketika.

Namun tidak jika sebelumnya kita memilih berasuransi. Asuransi memang tidak akan membuat resiko-resiko itu otomatis hilang. Keberadaannya tetap ada dan mengintai setiap saat. Asuransi menjamin rencana menyekolahkan anak ke luar negeri tetap terjadi bagaimanapun keadaan orang tuanya nanti. Ia akan tetap terbiayai, dengan asuransi tersebut. Sedih? iya. Hanya saja kesedihan itu berhenti pada terjadinya kemalangan. Tidak kepada rencana dan harapan orang tua dan cita-cita si buah hati.

Seminar dan Exhibition yang mengusung kampanye “Indonesia #LebihBaik” ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang asuransi, investasi, serta kewirausahaan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia sekaligus mempersiapkan perencanaan keuangan dengan matang di masa mendatang. Kota Yogya adalah kota ke 5 setelah beberapa kota lain yang telah dikunjungi Sun Life Financial. Setelah Yogya, kota berikutnya adalah Solo pada 14-16 Oktober, serta Medan dan Jakarta.

sun life financial

pak Achmad Emir Farabie

Hadir pula di Seminar itu Achmad Emir Farabie, Senior Manager Digital & Social Media Marketing Sun Life Financial yang memperkenalkan Bright Advisor kepada Media dan Blogger. Bright Advisor adalah sebuah portal online yang dikembangkan Sun Life sebagai media penyedia informasi seputar asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, investasi, dan perencanaan keuangan. Portal ini bebas diakses oleh siapa saja tanpa harus bergabung menjadi member Sun Life Financial dahulu. Siapapun bebas bertanya tentang asuransi, investasi, perencanaan keuangan dan akan dijawab secepatnya oleh admin.

Bright Advisor ini bebas biaya. Siapa saja bisa mengakses tanpa perlu membayar untuk mendapatkan informasi. Di belakang Bright Advisor ada banyak agen Sun Life Financial yang siap membantu dan memberikan jawaban.

Pada kesempatan itu, Sun Life Financial juga menghadirkan dua narasumber yang akrab dengan perencanaan matang. Dua narasumber ini menyampaikan betapa pentingnya perencanaan sebelum memulai sesuatu demi ketenangan pada hari H. Mereka adalah mbak Donna Imelda dan Atanasia Rian. Keduanya dikenal sebagai travel blogger yang kerap mengunjungi tempat liburan di Indonesia untuk – selain berlibur – juga menjadi bahan tulisan blog mereka.

sun life financial

mbak Donna Imelda

Mbak Donna Imelda menekankan bahwa liburan itu penting. Ngga musti mahal, namun juga pasti ada biaya. Yang penting adalah perencanaan matangnya. Meski hanya di dalam kota, namun jika tidak direncanakan dengan matang, maka bisa dipastikan akan ada hal-hal yang mengganggu dan membuat tidak nyaman liburan. Karena sesungguhnya liburan tuh penting untuk Mind Improving, Bonding and Relationship dan Rest and Recover.

sun life financial

mbak Atanasia Rian

Mbak Atanasia Rian menyampaikan bahwa komunikasi adalah penting saat memutuskan berlibur secara berkelompok. Karena hal-hal sepele bisa menjadi penyebab kekacauan saat liburan. Bisa jadi liburan yang diharapkan akan menjadi titik balik penyegaran mood, malah berbalik 180 derajat menjadi momen dimana kerenggangan hubungan terjadi hanya gara-gara kurangnya komunikasi saat berlibur. Yang satu pengin makan bakso, yang lain makan pecel lele. Yang sini maunya tidur di hotel, yang lain ngga mau tidur di hotel. Berabe kan jadinya. Akan menjadi masalah jika hal ini tidak dicarikan jalan tengah. Komunikasi, itu penting.

Nah, kapan kamu terakhir liburan sob? Jangan sampai ada predikat #bloggerkurangpiknik lho. Cukup #bloggerrecehan saja.

Dan demi menghilangkan hestek blogger kurang piknik ini, ya setidaknya biar ngga melekat pada diri saya, merencanakan liburan kerap saya lakukan. Seperti apa yang disampaikan mbak Donna Imelda, liburan ngga musti yang mahal. Ambil satu hari off dari kerjaan, hari apa saja terserah asalkan bisa mendinginkan pikiran dan tubuh dari rutinitas. Jika sudah berkeluarga, mungkin bisa ambil hari minggu biar seluruh anggota keluarga bisa menikmati liburan bersama.

Liburannya bisa sekedar bersepeda ke tempat baru yang belum dikenal. Berangkat mulai dari pagi hari saat matahari masih malu-malu atau setidaknya udara masih segar dan belum banyak kendaraan bermotor. Tentukan jalur yang akan dilalui. Jika bersama anak, pastikan anak akan membawa sepeda sendiri atau membonceng. Jika membawa sepeda sendiri, perhitungkan tempat tujuan dengan kemampuan si anak. Bagaimana dengan bekal? Bawa atau beli. Jika bawa, siapa yang akan membawa dan berapa banyak. Masih ada banyak hal yang perlu diplanning atau direncanakan dengan tepat.

Nah kan sob. Sekedar liburan sederhana bersepeda bersama saja perlu perencanaan matang. Apa iya masa depan yang jauh lebih komplek tidak direncanakan sedini mungkin sih.

jembatan perak pleret

sungai di bawah jembatan perak pleret

Seperti beberapa waktu lalu, saat kami merencanakan bersepeda santai ke salah satu tempat yang kerap dijadikan tempat selfie di Jogja. Namanya Jembatan Perak Pleret. Yup, hanya sebuah jembatan tapi kerap menjadi tempat selfie. Entah apa yang ada dibenak para pemuja selfie ini. Tapi berkat mereka, kami jadi punya tujuan untuk sekedar sepedaan pagi itu.

Kami merencanakan dengan sebaik-baiknya. Siapa bersepeda dengan sepeda yang mana. Anak akan membonceng siapa. Dimana nanti akan gantian boncengin anak. Bekalnya apa aja. Bawa baju ganti ngga. Sampai dengan berapa lama disana dan kemana tujuan berikutnya. Jam makan siang sudah harus dimana.

gowes sendirian liburan sederhana

gowes di pedesaan yang asri

Mungkin bagi sebagian orang, “hey lepaskan saja. Ngga perlulah diskema sedemikian itu. Ini liburan bukan bangun gedung. Biarkan saja mengalir. Nikmati liburanmu.” Yang demikian itu, kami juga setuju. Terkadang kami juga lepas begitu saja, tanpa perencanaan. Mau main kemana? Yuk cap cus.

Tapi itu semua untuk tempat yang sudah kami ketahui pasti gimana-gimananya. Jalurnya bagaimana, jaraknya, rumah sakitnya, toko kebutuhannya, dan hal-hal lainnya. Bisa saja saya dari Jogja liburan ke Raja Ampat tinggal cap cus ngga main perencanaan asal ada tiket langsung beli dan berangkat. Tapi itu JIKA, di Raja Ampat ada rumah kerabat saya, ada handai taulan saya. Ngga perlu bawa baju ganti, lha wong disana sudah ada baju. Cukup bawa duit tiket PP, lha wong makan nginep di rumah kerabat.

Jadi bagaimanapun, sesederhana apapun liburannya, pastilah ada perencanaan di balik itu semua. Setidaknya sekedar uang bensin untuk pulang pergi, kalau naik motor. Kalau hanya bersepeda, siapkan uang makan lebih, buat tambal ban. :v :v

Intinya sob, Liburan aja perlu direncanain, masak sih masa depan kamu ngga direncanain?

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai