Puasa Ayyamul Bidh : Apa dan Bagaimana puasa ini?

Puasa Ayyamul Bidh : Awal mula.

Ada yang bertanya, Kenapa sih puasa itu dinamakan puasa ayyamul bidh? dan inilah jawabannya. Semoga tulisan ini sedikit membantu kamu mengetahui salah satu puasa sunnah yang besar pahalanya ini. Baca sampai habis ya.

Awal mulanya.

Ketika nabi Adam diturunkan di bumi, ia terbakar oleh panasnya matahari. Hal ini membuat beliau menjadi gosong/hitam. Allah lantas mewahyukan kepada dirinya untuk melakukan puasa selama tiga hari. Puasa yang diwahyukan ini pelaksanaannya adalah pada tanggal 13, 14, dan 15. Kita sering menyebutnya dengan istilah ” puasa mutih 3 hari “.

Sang Nabi melakukan perintah tersebut. Hasilnya adalah ketika dilakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga tubuhnya menjadi putih. Kemudian pada hari ke dua, sepertiga lagi berubah menjadi putih. Setelah dilakukan puasa pada hari ke tiga, seluruh tubuhnya sudah menjadi putih semua.

puasa ayyamul bidh

Artinya, “Sebab dinamai ‘ayyamul bidh’ adalah riwayat Ibnu Abbas RA, dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, matahari membakarknya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Allah SWT kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih); ‘Berpuasalah engkau pada hari-hari putih (ayyamul bidh)’. Lantas Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melakukan puasa pada hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”

Sementara, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa sebab dinamakan sebagai puasa ayyamul bidh ( puasa mutih 3 hari ) adalah pada 3 malam tersebut keadaannya terang benderang oleh cahaya rembulan. Bulan pun selalu menampakkan diri mulai matahari tenggelam hingga terbit fajar. Karena itulah malam serta siang hari pada saat itu menjadi putih terang” (Lihat Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi, ‘Umdatul Qari` Syarhu Shahihil Bukhari, juz XVII, halaman 80).

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Adapun keutamaan puasa ayyamul bidh sebagaimana yang dijelaskan melalui sebuah hadist adalah puasa tiga hari sama dengan puasa satu bulan. Selengkapnya seperti berikut ini.
puasa ayyamul bidh

Artinya, “Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang Kaulakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,” (HR Bukhari-Muslim).

Barang siapa menjalankan puasa tiga hari ayyamul bidh, maka sama dengan puasa selama sebulan. Sedangkan jika dilakukan setiap bulan, maka sama dengan puasa selama setahun penuh. Demikian sebagaimana yang kami pahami dalam riwayat di atas.

Sumber : NU.OR.ID

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai