Peristiwa 21 April

lambang raja henry vii

Lambang Raja Henry VII

Beberapa abad silam,  seorang Raja pertama dari Wangsa Tudor yang merupakan Raja Inggris dan Penguasa Irlandia sejak 22 Agustus 1485, Henry VII, meninggal tanggal 21 April 1509 pada usia 52 tahun. Sang putra Henry VIII menggantikan posisinya saat itu juga.

Dua abad kemudian, tepatnya tanggal 21 April 1782, sebuah daerah yang berada di pinggiran sungai mulai dibentuk sebagai ibu kota. Memiliki luas 1.568,737 km² dan pernah menjadi pusat perdagangan kecil dan pelabuhan di tepi barat sungai Chao Phraya. Kota yang bernama lengkap Krung-dēvamahānagara amararatanakosindra mahindrayudhyā mahātilakabhava navaratanarājadhānī purīrāmasya utamarājanivēsana mahāsthāna amaravimāna avatārasthitya shakrasdattiya vishnukarmaprasiddhi ini menjadi pemegang rekor nama tempat terpanjang di dunia yang tercatat pada Guinness Book of Record.

Pengen tahu arti nama lengkap kota tersebut? “Kota malaikat, kota besar, kota intan abadi, kota Dewa Indra yang tidak tergoyahkan, ibu kota agung dunia yang dikaruniai sembilan batu permata berharga, kota kebahagiaan, penuh dengan Istana Kerajaan yang sangat besar yang menyerupai surga dimana pemerintahan adalah reinkarnasi dewa-dewa, sebuah kota yang diberikan oleh Indra dan dibangun oleh Wisnu”.
Dan tahukah kamu kota manakah itu? Kota itu adalah Bangkok.

Di Hindia-Belanda satu abad kemudian, pada 21 April 1879 lahirlah seorang anak perempuan bernama Kartini yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Raden Ajeng Kartini. Menjadi pelopor kebangkitan perempuan pribumi hingga kini. Setelah Kartini wafat, seorang Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang artinya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Sekarang menjadi lebih diingat dengan ” Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Disaat bersamaan, tanggal 21 April 1879 lahirlah seorang anak laki-laki bernama Radjiman Wedyodiningrat. Berdarah ningrat dengan gelar Kanjeng Raden Tumenggung. Pada usia 20 tahun ia sudah berhasil mendapatkan gelar dokter dan mendapat gelar Master of Art pada usia 24 tahun. Merupakan salah satu tokoh pendiri Republik Indonesia. Mengabdikan dirinya sebagai dokter ahli penyakit pes dan kandungan untuk menyelamatkan generasi penerus negara ini.

Satu abad kemudian, 21 April 1960 Ibu kota Brazil resmi dipindahkan ke kota Brasilia setelah sebelumnya di kota Rio de Janeiro. Semula kota ini hanya dirancang untuk 500.000 jiwa namun dalam perkembangannya menampung lebih dari 2 juta jiwa pada tahun 2004.

Enam tahun sebelumnya tepatnya 21 April 1954, di Indonesia yang ibaratnya masih bocah, Abid Ghoffar bin Aboe Dja’far lahir dan menyapa dunia. Lahir di Banjarnegara namun setelah lulus SD, ia pindah ke Yogyakarta. Bersekolah di SMP Muhammadiyah 3 dan melanjutkan ke SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Setelah itu hidup menggiringnya menjadi seorang penyair yang menyanyikan puisinya. Musikalisasi puisi, begitu istilah yang digunakan dalam lingkungan kepenyairan. Ia bermetamorfosa menjadi seorang Ebiet G. Ade.

Itulah sedikit cuplikan peristiwa, kelahiran dan kematian yang berkaitan dengan tanggal 21 April di beberapa tempat di dunia ini. Apa yang terjadi pada tanggal berikutnya? Simak tulisan esok hari.

(sumber id.Wikipedia.com)

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai