Penyebab tak terkabulnya doa

Setiap kita pasti memanjatkan doa dengan harapan yang baik. Entah itu keinginan, cita², harapan, atau mungkin sekedar mendoakan keberhasilan orang lain. Apapun alasannya pastilah kita berharap terkabulnya doa tersebut. Namun banyak dari doa yang belum terkabul hingga kita meng-klaim bahwa doa² kita dahulu engga terkabul. Harusnya banyak pertanyaan yang hinggap kepada kita. Mengapa doa kita belum terkabul? Saya bukan Tuhan. Jadi saya ga bisa menjawabnya. Saya hanya bisa berkata “mungkin disebabkan oleh..” Saya akan share pengalaman saya pribadi.

Setiap saya berdoa, selalu saya ucapkan -dengan tangan dan wajah yang menengadah ke langit- “ya Allah,semoga engkau masukkan hamba kedalam golongan orang² yang Engkau Ridhoi, semoga Engkau beri hamba Kekuatan untuk selalu bersabar”.. Doa diatas apabila di kabulkan.. waaahh  bersyukur banget saya. Saya ga perlu doa apa pun lagi. Gimana ga? di masukkan dalam golongan yang Dia ridhoi tuh artinya Allah ridho akan saya, apapun diberi, bayangin aja. Diberi oleh Dia yang memiliki segalanya. Keren abis kaan..

Cuma yang jadi masalahnya adalah.. shalat aja jarang, sekali kalinya shalat mepet waktu. Infaq shadakoh macet. Kalo mo shadakoh masih itung²an ma isi dompet, ga ikhlas jalani idup, rasa syukur kurang, dan lain lain. (Kalo yang tertulis di atas ada yang nyangkut di dirimu yaaa..maap.. emang maksudnya nempeleng sih..) Gimana  mo terkabul coba. Gimana mo masuk dalam golongan orang yang di Ridhoi. (yang di cetak tebal,silahkan ganti dengan doamu)

Sekarang lihat dalam dirimu dan bandingkan dengan doa²mu yang udah kamu panjatkan. Udahkah jadi pribadi yang DIA cintai. Menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA. Lalu bandingkan lagi dengan doamu. Sekali lagi lihat kenyataan hidupmu. Benarkah Allah kamu jadikan tumpuan harapan, tumpuan segala pinta. Bukankah selama ini menjilat pimpinan agar mulus naik jabatan. Memaklumkan telat shalat hanya demi mengejar dead line tugas. Lebih melihat kebutuhan pribadi dari pada membantu orang lain yang membutuhkan. Memberi dengan rasa yang engga iklhas sama sekali. Dan yang jelas² tampak di masyarakat kita adalah lebih men-Tuhan-kan demokrasi dari pada Tuhan itu sendiri. Lebih men-Tuhan-kan HAM (hak asasi manusia) dari pada Sang Pemilik Alam. Mengatas namakan seni dan membuang moralitas.

Apa pantas..doa kita di kabulkan?

*****

cek juga

Kalimat pemberi sepuluh kebaikan
Belajar dengan ayat kauniyah
Kompromi dengan anak
Ibrahim Ayat 7
Kompromi dengan yayank..caranya??

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai