Ngrenehan : Pantai Eksotis Yang Tersembunyi

ngrenehan beach

Wajah Lain Ngrenehan

Ngrenehan adalah sebuah pantai di wilayah Gunung Kidul. Bertipe teluk atau pantai yang menjorok ke daratan dengan dipenuhi perahu nelayan untuk mencari ikan. Pantai ini berpasir putih dengan ombak yang sedang. Sangat nyaman bagi yang senang berenang dan bermain air bersama keluarga. Karena bertipe teluk, tentu saja ada tanjung yang menambah keindahan pantai Ngrenehan.

Pantai yang berada di desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari ini konon berasal dari kata “reneh” yang dalam bahasa Indonesia berarti “kesini”. Sebuah kata bahasa jawa yang meminta seseorang untuk datang. Kabarnya, Raden Fatah pernah datang hanya untuk mencari orang tuanya yang melarikan diri. Karena tidak menemukan jejak, Raden Fatah berdiskusi untuk menemukan cara agar dapat mengajak (pangreneh) orang tuanya. Dari situlah nama Ngrenehan bermula. Terlepas dari benar tidaknya hal tersebut, Pantai Ngrenehan telah berkembang dan menjadi sumber perekonomian masyarakat sekitar.

Akses menuju pantai teluk ini terbilang sulit. Karena kurangnya – jika enggan dikatakan tidak ada – kendaraan umum menuju kesana. Pengunjung harus menggunakan kendaraan pribadi jika ingin menikmati suasana pantai yang asri tersebut. Dengan jarak tempuh kurang lebih 2 (dua) jam dari kota Yogya dengan medan yang naik turun, dibutuhkan kondisi prima bagi siapapun yang menjadi drivernya.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pantai teluk ini sebenarnya adalah pantai nelayan, ditandai dengan banyaknya perahu yang bersandar di pasir putihnya yang berkilau. Airnya cenderung tenang, ombaknya sesekali menyapu anak-anak yang bermain bersama orang tuanya. Disediakan perahu bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi di tengah pantai. Hanya dengan Rp. 5000/orang, pengunjung dapat menikmati fasilitas ini. Makanan yang dijual terhitung masih ramah di kantong. Ikan bawal Rp 75.000/kg, Tuna Tongkol Salmon Rp 35.000/kg, Udang goreng tepung Rp 25.000 per 0,25 kg, upah masak antara Rp 5.000 – Rp 10.000/kg, Kelapa Muda Rp 8.000, Air mineral Rp 5.000.

Ada 5 view untuk menikmati Pantai Ngrenehan ini. View 1 adalah pemandangan pantai dari Berm yang terbentuk jelas dan menjadi tempat sandar perahu nelayan. View 2 dengan menaiki perahu yang disediakan. Tentu saja pengunjung perlu menyediakan mahar 5000 rupiah per orang.

View 3, Anda harus menaiki bukit yang berada di sebelah kiri pantai. Melewati sebuah bangunan serupa benteng yang entah dibangun pada tahun berapa. Dari sanalah foto di bawah ini diambil.

ngrenehan beach

View 4, melalui track yang sama namun ambil jalan ke kanan. Melewati kandang sapi ( jika masih ada ) -8.122316, 110.514653

View 5, melalui track untuk menuju view 4 namun terus ke arah timur. Menuruni bukit dan melewati kebun singkong ( jika masih ada )  dan sampailah pada koordinat -8.122523, 110.516255. View 5 seakan menjadi pantai privat bagi anda.

Untuk memudahkannya, silahkan amati gambar di bawah ini. Rute hijau adalah untuk menuju view 3, biru adalah rute menuju view 4 dan ungu adalah jalur menuju view 5. Namun view 5 bukan pada pantai yang sama.

pantai ngrenehan

Jalur yang akan anda temui adalah jalur terjal yang tidak atau kurang nyaman jika mengenakan celana jeans atau rok bagi perempuan. Jadi sangat disarankan untuk mengenakan celana yang longgar dan sepatu untuk mencapai view tersebut.

Ngrenehan : Pantai Eksotis Yang Tersembunyi

Pantai Ngrenehan yang berada di koordinat -8.121179, 110.514190 ( Google Maps ) ini menawarkan suasana yang teduh, tenang dan asri. Lahan parkir yang luas serta keramahan penduduknya menjadikan pantai ini sulit untuk dilupakan. Sebelum berangkat pastikan  mesin dan rem dalam kondisi maksimal serta sangat disarankan untuk mengisi bahan bakar penuh karena spbu sulit ditemui.  Tidak adanya penginapan di sekitar pantai Ngrenehan menjadikan pantai ini sebagai one day trip yang artinya kita tidak dapat bermalam disana dan harus segera kembali ke kota sebelum senja tiba.

Bagi pengunjung yang gemar berinteraksi online dan mengupdate kegiatannya sepertinya harus bersabar. Hanya jaringan seluler merah yang sementara dapat masuk. Jaringan lainnya sangat minim, sehingga penulis tidak dapat online sama sekali. Apabila pembaca menggunakan jaringan seluler selain warna merah, sebaiknya gunakan mode offline dan matikan sambungan data pada handphone. Hal tersebut berguna untuk menghemat daya baterai. Karena sesungguhnya hp akan terus menerus mencari sinyal dan jaringan internet apabila tidak dimatikan. Lumayan untuk mengaktifkan kamera dan narsis ria.

Namun bagi anda yang gemar petualang, cobalah menuju view 5 atau terus berjalan ke arah timur. Anda akan menemui pantai yang masih sepi. Rasa lelah akan terbayar lunas saat itu juga dengan pemandangan yang memanjakan mata.

Itulah mengapa pantai ini sesungguhnya eksotis namun tersembunyi karena akses yang sulit dan jaringan internet yang terbatas.

Tapi tetep, Mari bertualang.

Sponsor tulisan : —

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai