Mencerahkan, Netizen Jogja Ngobrol Bareng MPR RI di EastParc Yogya

Kira-kira, apa jadinya ya kalau Ketua MPR RI ketemu dengan Netizen Jogja?

Jogja lagi ada banyak event seru sob. Salah satunya adalah Ngobrol bareng MPR RI di EastParc Yogyakarta yang diadakan pada hari Jumat, 18-19 Maret 2016. Saya jelas ngga mau ketinggalan lah. Kapan lagi sih bisa ngikutin event keren macam ini? Iya gak. Apalagi karena eventnya dua hari, para peserta dikasih fasilitas nginep di hotel bintang lima. Menarik? Jelas menarik banget. Tapi jangan tanyakan yang mana bagian yang menarik. :v :v :v Ya jelas nginep di hotelnya. #eeeh

Ketika mendengar kata “Ngobrol bareng..”, yang terlintas dipikiran saya adalah satu acara yang porsi tik tok-nya lebih banyak. Chit chatnya keren. Terjadi dialog dua arah antara satu dengan yang lain. Kemudian ketika membaca “..dengan MPR RI”, disini saya agak merinding sob. #jiaah merinding. Secara gitu, ngobrol bareng MPR RI yang merupakan lembaga tertinggi negara. Gimana ngga merinding.

Ada lagi, kemerindingan dari acara ngobrol bareng MPR RI ngga berhenti disitu. Ditambah kata “Ketua MPR RI” yang membuat saya merasa sangat istimewa. Istimewanya adalah manusia apalah-apalah macam saya ini bisa ketemu dengan Ketua MPR RI adalah suatu kehormatan. Lha wong biasanya hanya ketemu sama bakul lombok, kok ya bergaya ketemu sama ketua lembaga tertinggi di negara ini lho.

Tapi alhamdulillahnya, dengan mengikuti acara ini, saya jadi banyak mendapatkan informasi yang berguna. Misalnya, saya mendapat pencerahan, disadarkan, bahwa ternyata saya adalah salah satu manusia tidak gaul di Indonesia. Pasalnya adalah, ternyata ada amandemen yang menyebutkan bahwa MPR RI tidak lagi lembaga tertinggi negara. Melainkan setara dengan… . Nah, berhenti di kata “setara dengan” tersebut, saya langsung berkata “ya Tuhan, ketidak gawulan apalagi yang hendak KAU ciptakan”

Katanya netizen, kok ngga ngeh ada perubahan sebesar itu. Jangan-jangan netizen gadungan. Atau netizen kw 1? :v

Tapi apapun itu, saya bangga bisa mengikuti acara keren ini. Makanannya enak. #gagalpokus

ngobrol bareng MPR RI di Eastparc Hotel Yogya

MPR RI, GAGAL.

Ada catatan menarik saat acara ini berlangsung. Pak Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menyatakan bahwa MPR GAGAL. Wah, menarik ini. Lembaganya sendiri disebut Gagal. Apa sih yang GAGAL tersebut? saya bertanya dalam hati.

Ya, jelas gagal apabila lembaga tersebut ditugasi – kalau dalam bahasa saya sendiri – mempancasilakan warga negara Indonesia. Tugas seberat itu dipasrahkan hanya pada satu lembaga saja. Sepertinya itu hal yang mustahil. Dan benar saja, pak Ketua berkata “Mustahil. Tidak Mungkin”. “karena..” tambahnya saat berkata di depan audiens, “tugas tersebut adalah tugas kita bersama.”

Pancasila itu, bila ditulis dalam kata yang pendek, adalah cinta kasih. Maka bagaimana caranya MPR mengajarkan cinta kasih kepada seluruh rakyat Indonesia? belum lagi apabila ditulis dengan kata yang agak panjang, Pancasila adalah cinta kasih dan kasih sayang. Nah, tambah agak berat.

Belum jika ditulis dengan kata yang agak lebih panjang. Pancasila adalah cinta kasih, kasih sayang dan kekeluargaan. Tiga hal tersebut, apakah masih ada di Indonesia? masih ada? Alhamdulillah bila masih ada. Jika sudah sedikit memudar, bukankah itu sebuah ancaman?

Pancasila jika ditulis lebih panjang lagi adalah cinta kasih, kasih sayang, kekeluargaan dan gotong royong. Dan apabila ditulis lebih lebih panjang lagi, maka ia menjadi cinta kasih, kasih sayang, kekeluargaan, gotong royong dan musyawarah mufakat. Sedangkan, apabila mengajarkan hal tersebut kepada ratusan juta masyarakat Indonesia hanya dalam tempo waktu yang singkat, sudah dipastikan, MPR RI GAGAL. Tidak mungkin bisa dikerjakan apabila hanya dilakukan oleh satu lembaga saja. Hal ini harus dikerjakan oleh semua elemen. Hal sepenting ini wajib dikerjakan bersama. Ya, bersama-sama. Bersama aku dan kamu. #aaiih.

 

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai