Menjadikan Rumah Tempat Terindah

Memiliki rumah adalah impian setiap orang. Karena rumah adalah jujugan ketika kita pulang dan butuh perlindungan. Tempat kembali setelah berjuang mencari sesuap nasi. Tempat dimana keringat dan airmata mengering berganti tawa sukacita. Tempat berbagi asa dan merajutnya bersama. Tempat bersandar kala mimpi terbang terlampau tinggi. Tempat berhenti dikala lelah berlari.

Tidak terkecuali pasangan yang baru membina rumah tangga, rumah menjadi target kepemilikan. Sungguh aneh jika seseorang tidak memimpikan memiliki rumah. Karena siapapun dia, ia pasti butuh tempat kembali. Meski hanya sekedar menyandarkan letih. Dengan adanya rumah, ia dapat mengisi lubang kosong didalam hati.
Rumah yang bagaimana yang dapat mengisi lubang kosong didalam hati? rumah seperti apa yang menjadi tempat kembali? Bukankah semua rumah sama.

Rumah Cinta

Bukanlah rumah yang penuh lukisan atau furniture yang menawan, melainkan tempat yang dipilih ketika dihadapkan banyak sekali pilihan. Bukanlah tempat yang penuh dengan  tangisan, melainkan tempat dimana cinta ditemukan. Tempat yang dapat memberi senyum dan belaian, demi mengganti sedu sedan. Tempat yang tidak akan pernah mampu kita ganti dengan barang paling mewah, sekalipun itu gratis diberikan.

Rumah Tawa

Tempat dimana canda terdengar renyah ditelinga. Mampu memberikan kehangatan dan keceriaan. Memberikan sepercik semangat untuk terus memberi yang terbaik, agar tawa itu tidak menghilang.

Rumah Cita-Cita

Berbagi mimpi dan asa serta berusaha mewujudkannya bersama. Mendaki dan menuruni terjalnya perjalanan dan bukan hanya menanti di puncak kejayaan.

Rumah Salam

Akan semakin memperindah sebuah rumah apabila didalamnya ada salam. Indahnya melebihi lukisan dari pelukis ternama. Salam yang terucap ketika hendak memasuki ataupun ketika meninggalkannya akan membawa berkah kepada para penghuninya.

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai