Mencicipi makanan sewaktu berpuasa

Di bulan Ramadhan,umat muslim melaksanakan ibadah puasa yang wajib hukumnya. Namun tidak semua puasa. Anak-anak kita tentu saja belum akan mampu puasa seharian penuh. Sebagai orang tua apalagi seorang ibu tidak akan membiarkan anak-anaknya kelaparan. Tentunya akan memasak demi buah hati mereka. Atau bagi para koki,yang mana memasak adalah pekerjaan bagi mereka,tidak lepas dari MENCICIPI masakan yang mereka buat.

Bagaimana menghadapi masalah ini??

Simak penuturan berikut

Diperbolehkan bagi orang yang puasa, baik lelaki maupun wanita, untuk jika ada kebutuhan. Bentuknya bisa dengan meletakkan makanan di ujung lidahnya, dirasakan, kemudian dikeluarkan, dan tidak ditelan sedikit pun. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah perkataan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu,

لَا بَأسَ أَن يَذُوق الخَلَّ أو الشَيءَ مَا لَـم يَدخُل حَلقَه وهو صائم. رواه البخاري معلقا

“Tidak mengapa mencicipi cuka atau makanan lainnya selama tidak masuk ke kerongkongan.” (H.r. Bukhari secara mu’allaq)

Jika orang yang puasa menelan makanan yang dicicipi karena tidak sengaja maka dia tidak wajib qadha, dan dia lanjutkan puasanya. Ini berdasarkan keumuman dalil yang menunjukkan dimaafkannya orang yang lupa dalam pelaksanaan syariat. Di samping itu terdapat sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

من نسي وهو صائم ، فأكل أو شرب فليتم صومه ، فإنما أطعمه الله وسقاه “. متفق عليه

Siapa saja yang lupa ketika puasa kemudian makan atau minum maka hendaknya dia sempurnakan puasanya, karena Allah telah memberinya makan atau minum.” (H.r. Bukhari dan Muslim) (Sumber: www.islamqa.com)

Oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai