Melangkah Menjadi Ayah Yang Baik

cara menjadi ayah yang baik

credit to mangapanda

Kelak, seorang anak yang saat ini belum mampu berdiri tegak, akan menggantikan tugas dan kewajiban yang ditinggalkan oleh orang dewasa sebelumnya. Anak kecil yang mungkin masih kesulitan untuk mengikat tali sepatunya itu suatu saat akan berjalan seorang sendiri melalui berbagai ujian di sepanjang hidupnya.

Oleh sebab itu, sejak dini perlu dibekali ilmu agar ia siap melewati kencangnya tiupan angin topan diatas tarian ombak kehidupan.

Mari melangkah menjadi ayah yang baik dengan menunjukkan :

Contohkan perilaku yang baik. Seorang anak akan meniru dan mencontoh perilaku orang disekitarnya. Karena itulah menunjukkan perilaku yang baik adalah sebuah ilmu yang dapat dengan mudah ia serap. Seperti ilustrasi komik diatas, seorang anak tumbuh dengan menatap punggung ayahnya.

Kontrol emosi. Mengelola emosi bukanlah dengan cara memendamnya, melainkan bagaimana mengungkapkan perasaan dengan bijak. Tenangkan diri lebih dulu ketika menghadapi anak berperilaku emosional, barulah kemudian tenangkan anak sambil menunjukkan sikap bijaksana dan sabar.

Latih rasa percaya diri.  Ucapkan kalimat positif, kalimat-kalimat yang mendorong, mendukung serta memuji sikap teladan dan keberhasilan yang dia raih. Selain mempertebal rasa percaya diri buah hati kita, pujian memberikan kehangatan yang langsung dapat ia rasakan.

Percaya akan kemampuannya. Sesekali, biarkan ia membantu pekerjaan rumah yang sederhana. Selama tidak berbahaya, tidak ada salahnya ia dilibatkan. Terlebih jika ia berkata “Aku bisa Yah, aku bisa”. Maka, percayalah dan berikan aplause apapun hasilnya.

Asah empati. Libatkan dalam dialog-dialog sederhana. Ajak untuk memahami apa dan mengapa, sebab dan akibat.

Tegas bukan kekasaran. Tentu ada aturan di dalam rumah tangga selayaknya sebuah negara. Ketika aturan itu dilanggar, maka tegas dalam menjalankan hukuman adalah sebuah keharusan.

Konsisten. Tentu saja hal ini perlu konsistensi. Karena sekali lagi, seorang anak belajar dengan melihat punggung orang tuanya. Jika orang tua tidak konsisten, maka jangan kaget jika anak berubah menjadi pribadi yang plin plan.

 

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai