Kuota Internet Gratis 144G Setahun. Mau?

Kuota Internet Gratis

“Tersedia SIM Card inject dengan kuota lebih dari 100G untuk satu tahun. Dengan rincian, Paket A : Kuota 3G per minggu, 12G perbulan, 144G pertahun. Paket B : 5,5G per minggu, 22G perbulan, selama satu tahun.” 

Kebutuhan koneksi internet sepertinya sudah menjadi kebutuhan pokok. Terlebih bagi mereka yang berkecimpung di dunia perblogan, per-olshop-an, peradminan. Atau bagi mereka-mereka yang eksis di dunia maya dan tidak ingin tertinggal satu berita pun di dalamnya, meski berita hoax sekalipun. Kebutuhan internet juga seakan vital bagi siapa saja yang gemar memajang gambar diri di sosial media manapun. Entah itu gambar mecucu, merengut, nyengir, foto samping, ngga keliatan wajahnya, makin ngga keliatan makin keren, dsb.

Bagi mereka-mereka itu, contoh promo yang saya tulis bercetak tebal diatas pastilah memiliki daya tarik tersendiri. Terlepas mereka fakir kuota atau tidak, penawaran diatas terdengar gurih dan renyah. Yang memiliki filter pasti akan berpikir “penawaran diatas penipuan atau ngga nih?“. Tapi bagi yang tidak berfilter, langsung tancap gas menghubungi penjual dan transfer untuk beli.

Betul begitu?

Grup Privat Facebook Kuota Internet Gratis

Beberapa minggu lalu, saya diundang untuk masuk menjadi member sebuah grup rahasia. Grup Quota Internet Gratis. Nama grupnya cukup menarik, dan seperti yang saya tulis diatas bagi para fakir kuota, adalah bagai kacang goreng. Joss. Singkat cerita, saya masuk ke dalamnya. Menjadi member dan membaca penawaran yang tertulis. Awal masuk saya meyakini grup ini penipuan.

Ruang gerak member dibatasi. Tidak boleh posting kecuali admin. Ada komplen langsung ke admin. Membernya ribuan. Tapi anehnya, tidak ada satupun yang komplen. Artinya, jika ada yang komplen langsung delete. Tapi testimoninya hanya segelintir saja, seingat saya hanya 3 orang.

Demi keamanan, dalih admin, transaksi hanya dilakukan via transfer pulsa. Tidak menerima rekber, cod, rekening dan lainnya. Karena menurut dia, yang dijual adalah hasil trik yang pastinya merugikan provider, sehingga demi keamanan dan keberlangsungan grup maka diupayakan tetap tertutup dan transaksi hanya melalui pulsa.

Logis ya. Dia takut ketahuan. Dia membuat peraturan yang membuatnya aman. Saya semakin yakin ini penipuan. Tapi saya belum punya bukti.

Saya harus punya bukti.

Untuk keyakinan saya ini, dan juga untuk mereka yang kurang smart dalam menyikapi sesuatu. Setidaknya tidak asal deal, mau mencoba untuk googling dulu mencari info. Semoga saat mereka mendapati hal yang sama, mereka mau menyempatkan gugling dan mendapati tulisan ini.

Saya order 1 kartu paket A. Seharga 60 ribu. Anggap aja sedekah. Kalau kata seorang mastah Internet Marketing, “untuk nambah dana pemakaman dia”. Dikirimkan berupa pulsa ke nomor yang dia minta. Setelah kirim pulsa, saya konfirmasi. Dijawab, “sudah masuk”. “Barang akan dikirimkan besok jam 17.00. Kirim masal.” tambahnya.

Hari berganti. Esoknya, nomor Resi JNE yang ia janjikan sebelumnya, dikirim melalui chat facebook. Oh iya, segala percakapan dilakukan melalui facebook, saya lupa menyampaikan.

Saya segera mencoba memasukkan nomor resi tersebut di web jne. Hasil pencarian yang muncul adalah “data tidak ditemukan”.

Nah, kan.

Baiklah, saya tunggu hingga waktu 1 minggu yang ia katakan. Setelah itu boleh minta kirim ulang. Saya ikuti aturan dia. Karena kalau langsung ditulis di sini kan ga enak saya. :v

Selama menunggu satu minggu itu, setiap hari saya cek jne. SETIAP HARI, hasilnya selalu sama. Data tidak ditemukan. Oke, berarti jika akan menggunakan alasan “kesalahan data jne” akan terpatahkan.

Satu minggu sudah berakhir. Saatnya mengetahui jawaban apalagi yang ia kemukakan ketika saya komplen.

Dan jawabannya sungguh menarik. Lihat gambar di bawah.

Penipu yang baik hati dan gemar menasehati. Tapi tetep aja penipu.

 

kuota internet gratis

Percakapan awal mula.

Hikmahnya apa sob? silakan dipetik sendiri-sendiri. Kalau sampe ketipu padahal udah baca tulisan ini, ya kebangetan.

Mengenai penipunya, bisa siapa saja, dengan nama apa saja. Saya lebih percaya jika akun diatas adalah klonengan. Apa sih susahnya bikin akun baru. Maka dari itu, berhati-hati ya. Jangan mudah tergiur.

Kok ngga lapor pulisi? Saya rasa ngga perlu. Buang waktu. Lagi pula kemungkinan Pak Pulici lebih milih ngawal konpoi kendaraan yang sudah pasang sirine sendiri itu.

 

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai