Kiat Mendidik Anak : Kurangi menonton TV

Sering kita terpaksa meninggalkan anak yang sedang bermain untuk mencuci atau memasak. Dan pastinya anak-anak tidak bisa di tinggal begitu saja. Mereka pasti akan menghampiri kita dan mengajak bermain. Dan bukan hal yang mudah untuk menolak ajakan mereka. Ngambek,marah itu hal yang bisa di pastikan terjadi. Dan sebagai orang tua pastinya tidak ingin hal itu terjadi di saat kerjaan numpuk dan menunggu untuk di selesaikan. Pilihan paling sering adalah Menyalakan Tv dan meminta anak untuk menontonnya.

Apakah itu solusi terbaik??¬† Untuk saat itu mungkin bisa di bilang Iya. Tapi bila di lakukan terus menerus, saya rasa hal ini akan berdampak tidak baik bagi perkembangan anak. Dari beberapa artikel sebelumnya, saya sering membahas tentang kemampuan meniru anak. Maksud saya dalam hal ini adalah apabila anak terlalu sering menonton Tv maka dia akan berubah menjadi pribadi yang mirip dengan pribadi di “dalam TV“. Jangan salah paham. Tanpa Tv pun mereka bisa meniru sikap buruk seseorang. Siapa ??

Ayah Ibunya

Bagi Anda yang sudah membaca artikel Kiat Mendidik Anak:Jaga ucapanmu mungkin sudah mengerti betapa mudahnya anak meniru kata-kata orang dewasa. Bahkan gerakannya sekalipun.

Begitu juga dengan menonton Tv. Melalui media itu, dapat dengan mudah seseorang meng-akses berbagai informasi baik itu yang membangun maupun merusak. Sebuah sinetron dengan dialog yang berisi kata-kata kasar akan dapat dengan cepat diserap oleh anak-anak sebagai mana cepatnya mereka menginginkan ice cream yang di iklankan. “Es Tim Wol” begitu anak tetangga saya bilang.

Seorang anak dengan cepat meng-copy pola pikir dan gaya hidup karakter dalam sinetron dan film. Jika hal ini di biarkan,maka akan terus berlanjut hingga mereka tumbuh besar nantinya.

Lha terus gimana??

Hentikan sejenak aktivitas Anda, bermainlah sebentar bersamanya. Di sela bermain,beri pengertian kepada anak, bahwa Anda sedang bekerja atau melakukan rutinitas lainnya. Kemudian kembalilah ke aktivitas Anda. Apabila anak masih merajuk, beri janji kepadanya bahwa akan ikut bermain setelah selesai. Namun ingat, Anda harus menepati janji itu. Mereka juga bisa sakit hati karena Anda ingkar janji.

Langkah tadi saya aplikasikan ke anak saya. Dan Alhamdulillah lumayan bekerja.

Bagaimana Anda?

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai