Kiat Mendidik Anak : Kenalkan Ia Dengan Tuhan

Anak merupakan pelipur lara bagi ayah bundanya dikala susah dan sedih. Mampu menghilangkan kepenatan meski hanya melihat senyum diwajahnya. Mampu memberi kekuatan disaat limbung menghadapi problematika hidup. Meski terkadang jengkel melihat mainannya berserakan dan berkata “Ibu aja yang beresin” disaat diminta untuk membereskannya.

Anak hadir sebagai titipan. Dan sudah selayaknya ia dikenalkan kepada Yang Menitipkan sedini mungkin. Melalui percakapan sederhana hingga pembicaraan yang agak serius. Bisa dilakukan ketika sedang memandangi langit penuh bintang. Ajaklah ia mengagumi indahnya, kemudian kenalkan kepadanya siapa yang menciptakannya. Ajaklah melihat bulan dan kenalkan siapa yang membuatnya. Ketika matahari terbit dan terbenamnya, ketika main di pantai, ketika menanam pohon bersama, ketika melihat hewan yang disayanginya. Ciptakan momen untuk mengenalkan siapa Tuhannya. Ketika dia sudah mulai tahu nama Tuhannya, mulailah untuk mengenalkan dimana DIA berada.

Percakapan yang penulis lakukan kurang lebih begini :

Ayah (Penulis) : “Irul, liat deh. Bulannya bagus ya”
Irul : “Mana yah?”
Ayah : “Tuh disana, yang bulet gedhe itu lho”
Irul : “iya bagus” ucapnya sambil menatap bulan
Ayah : “Bulan itu yang buat Allah lho”
Irul : “Owoh tuh siapa e?” Irul belum bisa mengucap Allah secara tepat
Ayah : “Allah itu Tuhan, yang buat pelangi, yang buat langit, yang buat bintang-bintang. Tuh yang kelip-kelip kecil dilangit itu namanya bintang”
Irul : “Yang buat mobil kodok juga?”
Ayah : “Kalo mobil kodok yang buat pakdhe di pabrik, kalau Allah membuat pohon, tanah, matahari, burung”. Disini saya masih memakai kata “buat” dan belum menggunakan kata “cipta“, karena Irul masih 2 tahun 8 bulan.

Kemudian, ketika ia merajuk meminta mainan. Kesempatan untuk mengajarkan hal yang lebih kompleks lagi.
Irul : “Ayah, beli mobil sedan yaaa, yuk ke Maga”
Ayah : “Tabungan Irul belum penuh, nanti kalo udah penuh baru deh beli mainannya”
Irul : “Aaaa, beli mobil sedaaaan”
Ayah : “Gini aja, Irul menabung di Masjid yuk, trus berdoa ‘Allah, Irul pengen beli Mobil Sedan’ gitu, mau?”
Irul : “Ya!”
Kesempatan itu tidak kami sia-siakan, segera ia saya gendong dan menuju masjid terdekat. Kami beri beberapa lembar duit untuk di masukkan ke dalam kotak infaq. Irul sendiri yang memasukkannya. Selesai memasukkan, ia kami ajak berdoa “Ya Allah, Irul pengen mobil sedan”
Irul menirukan : “ya Owoh, iyu penen mobi sedan”
Ayah : “Amiiiiin”
Irul : “Amiiiin”
Ayah : “Irul, tahu ga dimana Allah?”
Irul : “Engga”
Ayah : “Allah ada di sana” sambil menunjuk langit. “Dan di sini” sambil menyentuh dada Irul.
Irul : “Owoh di sana ” sambil menunjuk langit , “dan di sini” sambil menyentuh dadanya sendiri.

Subhanallah, rasa senang atas hal itu lebih dari rasa saat melihat senyumnya. Lebih dahsyat dari pada ketika dirudung susah namun melihat cerianya. Ada rasa bangga disini, ada rasa kagum, yang pasti ada bahagia didalamnya.

Kenalkan ia pada Tuhannya dan jadikan ia sebagai salah satu amalan yang tak pernah putus.

 

*maga adalah nama sebuah toko swalayan

Related posts

11 Thoughts to “Kiat Mendidik Anak : Kenalkan Ia Dengan Tuhan”

  1. Kiat Mendidik Anak : Kenalkan Ia Dengan Tuhan « Be Happy Brother | lazionews.info

    […] mungkin, Kiat mendidik anak, pahala tiada akhir, pahala yang tak lekang dimakan jaman, […]

  2. hah irul lagi?!! (histeris) … suwe gak ketemu …

    Apik2.. ternyata begitu jalan dakwahmu?

    1. Satusatuen

      dimulai dari keluarga sendiri, seko cilik

      1. dimulai dari diri sendiri juga, biarpun sudah telat (wis gede).. ibadah di waktu muda akan lebih banyak waktu dan khusyuk –> ibadah di waktu tua tidak ada jaminan bisa sehat dan kuat..

  3. memang, doa anak soleh menjadi satu dari tiga amalan yang tak pernah putus. smoga anak2 kita smua menjadi anak yang soleh dan solehah ya

    1. Satusatuen

      Amiiiiin

      1. disamping anak mendoakan orang tuanya sehabis solat,doa orang tua thdp anaknya juga penting dan hasilnya memang selalu mujarab,doa yang terbaik 😀

  4. dmilano

    Saleum,
    Dengan awal yang baik tentu kedepannya akan membuat si anak akan lebih menghargai perbuatannya.

    1. Satusatuen

      betul

  5. […] apa aja yang Irul suka lho. Susu murni, roti, baju, mainan, dan banyak lagi” Irul : “Mobil Sedan juga?” Ayah : “iya, truck back hoe juga” Irul : “oooh” Ayah : […]

  6. […] empati. Libatkan dalam dialog-dialog sederhana. Ajak untuk memahami apa dan mengapa, sebab dan […]

Leave a Reply

%d bloggers like this: