Kiat Mendidik Anak : Ajarkan Bersyukur

Pagi yang indah, seperti biasanya. Matahari belum terlalu tinggi dan jalanan belum terlalu padat. Ayah dan Irul bergegas menuju warung tempat dimana Ibu dan Nenek melayani pembelinya. Perjalanan memang tidak terlalu jauh namun pembicaraan selalu ada. Mulai dari hal sederhana hingga pembicaraan yang biasanya dianggap terlalu berat untuk anak seusianya. Seperti pagi ini, pembicaraan diawali lewat ciuman.

Ayah : “Ayah sayang Irul”
Irul : “Iya”
Ayah : “Irul?”
Irul : “Irul sayang Ayah”
Ayah : “Kalau sama Ibu?”
Irul : “Irul sayang Ibu”
Ayah : “Sama Tante?”
Irul : “Irul sayang Tante”
Ayah : “Sama Om?”
Irul : “Irul sayang Om”
Ayah : “Sama Simbah?”
Irul : “Ngga”
Ayah : “Kenapa?”
Irul : “Simbah belum mandi”
Jiaaahh..simbah engga disayang irul hanya karena belum mandi. Motor melaju pelan, tidak perlu buru-buru. Udara yang sejuk dan matahari yang hangat terlalu berharga untuk dilewatkan. Terbersit sebuah ide dakwah kepada anak.

Ayah : “Kalau sama Allah, sayang engga?”
Irul : “Engga”
Ayah : “Kenapa?”
Irul : “Karena Allah engga mandi”
Ayah : “hahaha, Allah engga perlu mandi. Karena Allah selalu wangi”
Irul : “Ngga, Irul ngga sayang Allah”
Ayah : “Padahal Allah udah baik lho sama Irul”
Irul : “Ndaak, Allah nggak baik sama Irul”
Ayah : “Allah udah ngasih apa aja yang Irul suka lho. Susu murni, roti, baju, mainan, dan banyak lagi”
Irul : “Mobil Sedan juga?”
Ayah : “iya, truck back hoe juga”
Irul : “oooh”
Ayah : “Waktu Irul berdoa minta mainan, Allah ngasih rezeki lewat Ayah, Ibu atau Simbah. Tante juga. Terus tante beli susu buat Irul. Nah itu rezeki buat Irul dari Allah lewat tante.”
Irul : “oooh”
Ayah : “Terus simbah beli mainan kereta api buat Irul. Nah itu rezeki buat Irul dari Allah, lewat simbah.”
Irul : (diam saja, melihat jalanan)
Ayah : “Lalu Ayah beli susu buat irul, Ibu beli kriuk-kriuk (#ayam goreng) buat irul. Nah itu rezeki buat irul dari Allah lewat Ayah dan Ibu.”
Ayah : “Allah baik kan sama Irul ?”
Irul : “iya, Allah baik”
Ayah : “nah, karena itu, kalau diberi apapun Irul bilang Alhamdulillah ya”
Irul : “yaa”

***

Sahabat semua. Penting memperkenalkan buah hati kita kepada DIA yang Maha Memberi Rezeki sedini mungkin. Agar benih syukur tertanam sedalam-dalamnya. Agar ia tidak menjadi sosok yang lupa akan pemberian Tuhannya. Agar ia tumbuh menjadi seorang yang selalu beryukur dan tidak jumawa akan keberhasilannya, kesuksesannya. Agar saat dewasa nanti, ia sadar bahwasannya ia sangat kecil dihadapan Tuhan dan tidak akan sanggup melakukan apa-apa tanpaNya.

Sahabat. Dakwah tidak melulu dihadapan jamaah yang banyak. Ia dapat dilakukan meski hanya dihadapan satu orang anak saja. Tidak harus melantunkan ayat-ayat suci. Sekedar obrolan pengisi suasana dapat dijadikan momen berharga untuk melakukannya.

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai