Berkenalan dengan Gurihnya Kerupuk Ampas Tahu Kalisari

Kerupuk Ampas Tahu Kalisari

Insting Bakul

Bagian ini adalah bagian yang saya suka dari kunjungan ke sentra industri tahu di Desa Kalisari. Bagaimana tidak, dari rangkaian tempat yang akan dikunjungi Juguran Blogger 2016 di Desa Kalisari, tempat produksi kerupuk ampas tahu adalah satu-satunya tempat yang bisa saya gunakan untuk ‘kulak’.  :v :v :v

Insting bakul langsung menyala saat saya melihat 1 (satu) bal kerupuk ampas tahu kering yang siap jual. Sudah dipack, ada label, warnanya hijau lengkap dengan ijin industri rumah tangga-nya. Harganya bisa dipastikan lebih murah karena langsung dari produsennya.

kerupuk ampas tahu kalisari

kerupuk ampas tahu kalisari. Model : Pak Kepdes Adnan Aziz. foto by Yugo. IG : @bentara.id

Saat kedatangan kami, ternyata stok sudah diborong habis oleh tengkulak yang datang sebelumnya. Dikatakan oleh pak Suwardi, pembuat kerupuk ampas tahu yang kami kunjungi, setiap harinya mereka memproduksi 100 kilo adonan kerupuk ampas tahu basah yang siap jemur. Dari sekian kilo tersebut, hanya kurang lebih 55 kilo yang tersisa setelah penjemuran. Sebuah penyusutan yang luar biasa. Dari 55 kilo kerupuk ampas tahu kering itu bisa dijadikan puluhan bal yang selalu diambil habis oleh para penjual kerupuk ampas tahu.

Oh iya, mungkin ada yang tidak familiar dengan istilah “bal” ya. Sekedar info aja buat yang belum tahu, istilah itu ada di dunia industri. Gambar diatas memperlihatkan kerupuk ampas tahu Kalisari dalam ukuran 1 bal. Yaitu satu plastik besar berisi 21 pack kerupuk ampas tahu Kalisari. Jumlah pack dalam satu plastik besar bisa berbeda-beda. Pak Suwardi mengisi sejumlah 21. Mungkin di tempat lain berbeda dan tentu saja produk lain juga berbeda.

Kembali ke insting bakul. Hasratnya sih pengin beli minimal 5 bal atau 10 bal. Bukan untuk oleh-oleh lho. Bisnis inih, kita bisnis. Dijual lagi. Kenapa 5 bal atau 10 bal?. Karena saya datang ke tempat ini tidak membawa kendaraan pribadi. Naik kereta. Kan ngga seru kalau di kereta membawa lebih dari jumlah itu. Pastinya akan berat dan butuh ruang yang lebih besar.

Satu bal dihargai Rp 32.000. Tulisan ini saya buat tahun 2016, jika kamu baca tulisan ini setelahnya mungkin harganya tidak sama. Masukkan inflasinya jika kamu baca di tahun-tahun setelahnya. Anggap aja inflasi 5% kemudian masukkan ke harga yang saya sebut diatas.

ok, next.

Ketika saya bertanya jumlah stok yang tersisa, Pak Suwardi jawab sekitar 3 bal saja. Duh dek, cuma 3 bal. Rian sudah pesan 1, artinya saya hanya bawa pulang 2 bal. Warungku ada dua. Tobat deeh.

kerupuk ampas tahu kalisari

Tuh, saya bawa 3 bal saja. foto : dokumen pribadi

Gurih Gurih Nyuuuuuss

Kerupuk ampas tahu ini gurih rasa bawang. Krispy dan cocok banget buat teman makan. Bisa banget buat temen ngobrol. Ngga bakal terasa kalau udah habisin banyak kerupuk dalam satu kali sesi obrolan ngalor ngidul. Prosesi makan pagi siang malam pun akan menjadi lebih khusyuk karena terbawa kenikmatan kerupuk ampas tahu. #hash lebay.

Tapi bener kok. Pas kunjungan, istri pak Suwardi menggoreng banyak kerupuk untuk kami. Saat hangat, rasanya lebih nikmat. Rasanya jadi ngga pengin balik dan pengin minta lagi. Tapi inikan dagangan ya. Ngga cuan kalo dimakan sendiri. :v

kerupuk ampas tahu kalisari

Digoreng, dadakan, geratisan, gurih gurih nyuuuuss. foto by Yugo

Reaksi pasar (kecil)

Setelah saya pajang di warung pertama, reaksinya banyak yang nanya. Beberapa ada yang langsung beli, sisanya baru sekedar tanya. Esok harinya, ada returning buyer sambil kasih testimoni dan beli lebih banyak. Katanya gurih dan enak banget. Pembeli yang berada di sampingnya menjadi tertarik dan ikut membeli.

Warung kedua. Setelah dipajang, respon tidak semeriah di warung pertama. Beberapa bertanya dan menganggap sebuah terobosan dan sisanya justru menganggap rasanya pasti tidak enak. “Dia ngga tau aja. Kalau dah tau rasanya pasti mau lagiiiiii” seru di batinku. Wah, sepertinya perlu digorengin untuk sample nih.

Yang kepikiran sih, gimana nyetoknyah? Jauh men! Kalau bisa delivery atau paket, oke banget nih.

Hal yang pasti adalah produk ini mempunyai masa depan. Tidak akan surut kecuali tidak ada lagi Tahu di muka bumi ini. Karena kita tahu, Tahu tidak akan hilang. Tahu sendiri kan kalau kita suka Tahu. Andaikan kamu tahu, nikmatnya Tahu hangat apalagi kerupuk ampas Tahu. Beeeeuuuuuhh, nyuuuuusss.

Baca Sebelumnya : Juguran Blogger 2016 – Kisah Menyenangkan yang Paaaaannnnjaaaaang

Baca Berikutnya : Belajar Menemukan Jati Diri pada Pesona Desa Dermaji

 

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai