Kata dan Kalimat yang disukai Allah

Pagi tadi, pas lagi jaga warung. Dateng kawan yang di kampungnya di panggil Ustadz. Rada ga percaya sih sebenarnya. Tapi ya ama mau di kata. hahaha. Bukannya ngeremehin lho, cuma joke aja kok. Secara fisik sih emang pantes di panggil ustadz. Tapi sebutan itu ngga melulu di lihat dari fisik. Tapi juga dari kata² yang dia sampaikan. So oke lah kita panggil dia Ustadz.. Mulai sekarang aku nulisnya “Ustadz”.. Ada cerita menarik yang ingin aku share disini. Sebuah Ilmu yang kalo di jalanin bakalan bisa “umroh” tanpa ke tanah suci. Gimana caranya??

Begini..

Pada awalnya dia ngomentarin aku yang lagi parut kelapa. Ada permintaan parutan yang emang ga banyak. Dan pas ustadz dateng, aku lagi ngelaksanain permintaan itu.

Ustadz  : ” la illa ha illa Allah, la illa ha illa Allah, la illa ha illa Allah (sambil peragain gerakan tangan lagi parut kelapa)”

Aku : ” Kalo gini (sambil gerak marut kelapa) astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah?”

Ustadz : ” Kata yang paling AKU cintai adalah La illa ha illa Allah, itu tadi hadist lho..”

Aku : ” Itukan kalimat, kok kata?”

Ustadz : ” Kata juga bisa berarti apa yang di ucapkan, jadi dari pada cuma diem ato bahkan ngomong jelek dan ga jelas, mending ucapin La illa ha illa Allah”

Aku : ” Hmm. yayayayaya”

Ustadz : “Dan 4 kalimat yang aku cintai adalah Subhanallah, Alhamdulillah, wa La illa ha illa Allah, Allahu Akbar

Aku : “Hmm.. kayak yang biasa di laguin itu ya”

Ustadz : “Yup, bener. Dan hebatnya, tuh kalimat kalo di ucapin sebanyak 3 kali. Pahalanya sama dengan orang yang Umroh ke tanah suci”

Aku : “Waah, brati kalo aku ucapin 9 (sembilan) kali  aku udah umroh 3 kali dong.”

Ustadz : Bisa bisa bisa hahahaha”

Aku : “Kayak Ali bin Abu Thalib tuh.”

Ustadz : “Gimana tuh?”

Aku : ” Kan Nabi pengin denger sahabat² khatam Alquran. Maka di kumpulkan mereka semua. Dan diminta untuk membaca Alquran dari awal sampe akhir. Maka para sahabat segera membaca dengan serius. Tapi hanya Ali yang kelihatan santai banget. Dan hanya sebentar dia ‘umak-umik’ (bs jawa-gerak bibir) . Nabi bertanya pada Ali : Kenapa engkau tidak membaca wahai Ali?. Ali : Sudah ya Rasul. Nabi : Apa yang kau baca?.  Ali : Bukankah engkau pernah berkata bahwa Al Ikhlas 1 (satu) setara dengan 1/3 AlQuran? Nabi : Benar. Ali : karena itulah aku mengucapkannya 3 kali. Dan Nabi tersenyum ”

Ustadz : ” hmm..Bisa. Tapi itu hanya sebuah Jaza’ bukan Ijza’ lho.”

Aku : “wah apa tuh?”

Ustadz : “Jaza’ adalah balasan atau pahala yang diberikan oleh Allah atas sebuah ketaatan.

Aku : “kalo Ijza’ ?”

Ustadz : “jika sesuatu itu telah menutupi atau mencukupi sesuatu yang lain.

Aku : “Jadi kalo ada yang mau khataman dan dia cuma baca Al Ikhlas 3 kali itu hanya pahalanya saja dalam artian Jaza’ saja.”

Ustadz : “Dan kalo ada yang nadzar mo khatam AlQuran brati dia harus baca dari awal sampe akhir”

Aku : “Hmm begetoo..oke oke oke”

berarti

Aku : “hmm.. kalo baca Subhanallah, Alhamdulillah, wa La illa ha illa Allah, Allahu Akbar 3 kali. Pahalanya setara dengan orang yang lagi umroh di tanah suci kan. Meskipun kalo emang mo umroh ya harus ke tanah suci, ga cuma baca itu di rumah sambil jalan kaki”

Ustadz : “Bagus. Murid ku emang pinter”

Aku : “Enak aja muridmu.”

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai