Jangan Menyerah

Sebuah lagu menemani saya saat mampir di blog Pakdhe Cholik dan membaca artikel Rejeki Rayloro Dalam ManMaks sore ini. Lagu yang konon diciptakan ketika sang Vokalist didera sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Sebuah lagu yang menguatkan dan mengajak kita untuk mensyukuri hidup dengan melakukan yang terbaik yang mampu kita lakukan.

Artikel Rejeki Rayloro Dalam ManMaks itu menuliskan tentang bagaimana menyikapi sebuah usaha/pekerjaan dengan kerja keras dan kreatif. The man behind the pancing menyiratkan dengan jelas bahwa “Diri Orang” itulah yang menentukan dengan jelas hasil sebuah usaha, bukan “pancingnya”. Pastilah kita semua menyetujuinya bukan.

Sahabat Blogger, hidup perlu diisi dengan kegiatan yang positif, bermakna, baik untuk diri sendiri dan juga orang lain. Hidup adalah sebuah perjalanan panjang dan searah, meski kita mengambil manuver-manuver namun tidak satupun yang akan membawa kita kembali. Bijak dalam mengambil keputusan adalah jalan terbaik.

Bekerja adalah salah satu cara dalam mengisi hidup. Sesuai minat bakat yang mungkin bisa terlihat dari kecil atau sesuai jurusan sekolahnya. Bisa juga karena ikut trend, dan bahkan ada yang karena dipaksa orang lain.

Terlepas dari itu semua, ada hal yang sama yang perlu dilakukan dalam bekerja apapun pekerjaannya. Beberapa diantaranya adalah Tekun, Disiplin, Kreatif. Mbah Kromoinangun yang membuka warung soto ditengah sawah ketika itu, pasti tidak akan menyangka jika usahanya akan terkenal di Yogya. Beliau pasti dianggap nekat, tidak kreatif atau bahkan bodoh kala itu. Bagaimana tidak, Beliau memulai usahanya disaat daerah Soragan benar-benar masih sepi bahkan bisa dianggap “buka dan langsung gulung tikar”. Kini, berkat Ketekunan dan Disiplin, Soto Sawah menjadi salah satu wisata kuliner di Yogya. Lantas dimana letak Kreatifnya?

Apakah semua orang berpikiran sama dengan Mbah Kromoinagun kala itu?. Saya yakin tidak. Saya menduga, Beliau berpikir jauh kedepan. Berpikir bahwa kelak jalan Soragan akan ramai, penduduknya akan padat, kemajuan akan pesat, dan lain sebagainya. Berpikir kreatif adalah berpikir out of the box dan biasanya berbeda dari kebanyakan orang.

Lantas dimana letak keberuntungan? Saya pribadi lebih percaya ini “Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal. (HR. Bukhari dan Muslim)” dari pada hoki atau keberuntungan yang banyak orang masukkan dalam faktor keberhasilan usaha. Bertawakal adalah kunci dalam usaha, bukan keberuntungan.

Lalu bagaimana jika telah berusaha keras, tekun, disiplin, kreatif namun tidak kunjung sukses manuai hasil yang di inginkan? Jangan Menyerah. Tetaplah berusaha, tetaplah disiplin, tetaplah kreatif dan tekun karena akan tiba waktu yang tepat untuk menuai hasil seperti yang di impikan.

Sebuah hadist berkata “Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala sholat, sodaqoh atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah. (HR. Ath-Thabrani)

Jadi, seperti yang ingin disampaikan Pakdhe di “Rejeki Rayloro Dalam ManMaks”, Jangan Menyerah.

*fin*

Artikel  ini untuk menanggapi artikel BlogCamp berjudul “Rejeki Rayloro Dalam ManMaks” tanggal 15 Juni 2012

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai