Jalan Menuju Desa Dermaji Kecamatan Lumbir Banyumas

Jalan menuju Desa Dermaji Kecamatan Lumbir Banyumas

Festival Budaya Dermaji

Dalam waktu dekat, Dermaji akan mengadakan sebuah event budaya yang mengangkat kesenian daerah. Acara tersebut dimaksudkan untuk mengenalkan seni dan budaya kepada khalayak ramai, khususnya kepada generasi muda, yang kian lama kian memudar. Festival Budaya Dermaji, begitu tajuk yang sedianya akan diadakan akhir Juli tahun ini.

Seperti yang kita tahu, generasi muda lebih condong kepada gadget atau segala sesuatu yang berbau teknologi. Kehidupan mereka tidak lepas dari smartphone atau gadget lainnya serta kuota internet yang akan menarik mereka ke dalam dunia semu. Sebuah dunia antah berantah yang dingin.

Karena itulah, diperlukan sebuah kegiatan yang diharapkan bisa mengenalkan seni dan budaya kepada jiwa-jiwa muda selaku penerus bangsa agar bisa menemukan jati diri mereka sesungguhnya demi masa depan yang jauh lebih baik.

Dermaji, dengan segala pesonanya, menyimpan banyak potensi yang layak dikembangkan dan tentunya memiliki nilai yang sulit diukur dengan angka. Terdapat beraneka kesenian yang telah digeluti sejak lama. Sebut saja Sintren yang merupakan budaya masyarakat pesisir. Lengger yang dimainkan menggunakan calung sebagai alat musiknya. Ebek yang serupa kuda kepang. Lalu ada pula tradisi Benta-Bente, satu tradisi untuk memanggil hujan dengan menggunakan siwur. Yang dengan mantra-mantra dan kemudian siwur tersebut entah bagaimana bisa bergerak sendiri. Serta masih banyak lagi kesenian daerah yang biasanya dipelajari secara otodidak, di sini di Desa Dermaji.

How to get Dermaji, Lumbir, Banyumas

Festival Budaya Dermaji akan segera diadakan. Bagaimana kita menuju kesana? Adakah petunjuk jalan menuju desa Dermaji?

Di sini, kami akan menuliskan yang diperoleh dari obrolan kecil bersama kepala desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho. Utamanya adalah kita harus menuju kota Purwokerto lebih dulu. Baik menuju terminal kota maupun stasiun kereta Purwokerto. Setelah itu, barulah kita tentukan akan menggunakan apa. Berdasarkan tanya jawab saat itu. Ada dua alternatif yang diberikan.

Alternatif 1 :
Dari titik point tempat kita turun, terminal Purwokerto. Ada angkutan arah Bandung. Naik dan kemudian turun di pertigaan Dermaji jalan raya Lumbir. Dari sana, naik ojek kira-kira 20 ribu.
Alternatif 2 :
Naik taksi langsung ke Dermaji. Ongkos lebih mahal, namun lebih nyaman. Disiapkan beberapa rumah homestay, rumah penduduk ala kadarnya.
Alternatif 3:
Menggunakan kendaraan pribadi atau bus rombongan. Namun untuk bus rombongan, mungkin maksimal hanya bisa sampai pertigaan tepat sebelum memasuki perkampungan desa Dermaji. Di titik tersebut, biasanya penumpang turun dari bus demi keamanan. Jalan menuju desa Dermaji tersebut menuruni bukit sangat curam. Sangat berbahaya untuk kendaraan besar yang akan lewat. Dari posisi terakhir itu, masih lumayan jauh. Akan melelahkan apabila pengunjung memilih jalan kaki. Ada kendaraan yang sering digunakan masyarakat sebagai sarana transportasi massal. Namanya Open Cub. Serupa Suzuki Carry yang diubah sedemikian rupa agar sanggup mengangkut banyak orang dan barang hingga hewan ternak sekaligus.

kendaraan dermaji

Dermaji sangat terbuka dengan kunjungan-kunjungan. Selain kunjungan dinas atau kunjungan saat festival budaya, kita juga bisa berkunjung setiap saat, kapan saja. Jika ingin berkunjung harian, silakan langsung saja ke Balai Desa. Akan dicarikan guide untuk mendampingi kita berkeliling desa. Disarankan musim hujan karena pada saat itu curug Wanasuta dalam keadaan terbaiknya.

Kontak person yang bisa dihubungi adalah Pak Bayu Setyo Nugroho. Beliau adalah kepala desa Dermaji. Bisa dihubungi di nomor WhatsApp : 0811 2615 809

Update 

Festival Budaya Dermaji sudah hampir tiba. yuk intip rundown acara

 

Jalan menuju desa Dermaji

Rundown Acara Festival Dermaji 2016

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai