Dari sudut mana engkau lihat dunia?

Sesaat sebelum nulis ini,di kolong meja warnet tempat aku jaga ada sesobek koran yang langsung aku ambil. Ada hal yang menarik pas aku baca sobekan koran itu. Disana ada serial kartun, yang ceritanya kurang lebih begini.

Seseorang mengeluh tentang dunia yang makin carut marut,kotor dan buram. Dengan memandang langit dia berteriak “Gimana ini,dunia makin kotor dan buram saja!!” Sahabatnya tertegun,dengan segera ia menepuk pundak kawannya itu. Trus dia berkata “Ini”

Diberikannya sapu tangan miliknya kepada kawan yang berteriak tadi. “Seka dulu kacamatamu”

Setelah menerima sapu tangan dan menyeka kacamatanya ia berkata “Waaah,sekarang terlihat jelas. Hitam terlihat hitam,yang putih terlihat putih.” ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya.

Si pemilik sapu tangan berkata “Kacamatamu mirip dengan sesuatu”

“Mirip apa?” tanya kawannya

HATI Kita

Dunia memang seperti perspektif kita. Jika kita berkata “Dunia ini Kejam” maka wajah dunia akan berubah menjadi kejam dimata kita. Meski kita mendapat apa yang kita butuhkan dan meski orang-orang berkata “Dunia ini Indah”. Kita akan tetap ngotot berkata “Dunia ini Kejam”

Sebaliknya jika kita “menulis” kalimat “Dunia itu Indah” di hati kita,niscaya wajah dunia akan menjadi lebih baik dari yang kita duga. Tidak seburam yang kita pikirkan. Karena setiap insan sedang menjalankan bagian masing-masing.

Ada yang sedang menjalankan “ujian”,ada yang sedang mendapat “roda dibawah” atau mungkin sedang berada “diatas”.

Setiap akan naik kelas, siswa harus melewati ujian nasional. Demikian juga hidup ini. Ujian hidup itulah yang akan meningkatkan derajat kita. Dan hasilnya mulai diukur dari kita memandang Dunia ini.

Jika kita memandang dunia ini sebagai sebuah tempat penyiksa,kejam,tak berperasaan,tak adil,buram, dan berbagai umpatan sejenis. Akan terlihat jelas bahwa hasil dari ujian itu akan menurunkan derajatnya dan tidak menambah ilmu apapun bagi insan yang sedang di uji.

Sebaliknya jika kita memandang hidup ini dengan arif bijaksana,dan berprasangka baik. Maka ketinggian derajatnya akan terlihat jelas dimata manusia manapun. Ilmunya meningkat serta di hormati sesama.

Sekarang..Dari sudut mana engkau lihat dunia??

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai