Cewek Jogja, Sebuah Sudut Pandang

Terdorong pesan dari Lurah forum Komunitas Blogger Jogja yang mengajak semua anggotanya untuk memasang keyword “Cewek Jogja“, membuat saya berkeinginan untuk membuat artikel yang berisikan mengenai cewek jogja itu sendiri. Seperti yang dipaparkan melalui forum KBJ tersebut, bahwasanya ketika kita mengetikkan keyword cewek jogja, akan muncul blog-blog yang berisikan konten negatif yang pastinya akan membawa dampak buruk bagi imej kota Jogja. Karena SERP Google sedikit banyak akan mempengaruhi pikiran seseorang mengenai apa yang dicarinya di internet. Itulah mengapa, Lurah KBJ dengan semangat mengajak seluruh jajaran dan anggotanya untuk posting artikel dengan keyword yang sama. Bermaksud menutup hasil SERP dengan konten yang positif, setidaknya untuk keyword yang satu ini.

Silahkan sobat ketikkan keyword ‘cewek jogja’. Bagaimana hasilnya? banyak yang negatif kan?
Tak perlu saya tunjuk satu per satu konten mana di blog mana yang menunjukkan hal yang negatif, sobat pasti telah ngeh dengan apa yang sobat lihat. Intinya di area antara dua paha. Seakan-akan semua cewek jogja seperti itu.

Memang, ada beberapa tempat di Jogja yang menyediakan bisnis lendir. Dan memang ada kampung yang anak kost-nya kebanyakan adalah ayam kampus. Namun fakta ini bukanlah gambaran yang bisa diambil untuk men-judge bahwa semua cewek jogja seperti itu.

Cewek jogja yaaa,.. seperti cewek kebanyakan. Ada yang suka clubbing, ada yang ngendon mulu dirumah karena harus ada izin ortu kalo keluar, ada yang nyablak, ada yang polos, ada yang alay, ada yang centil. Macem-macem, seperti cewek kebanyakan. Ga papa lah dibilang saya ga tau bedanya cewek jogja sama cewek lain, karena memang itu menurut saya. Pernah ada kawan dari Jakarta yang komen kira-kira gini : “cewek sini lugu-lugu ya wan.”. Dalam hati saya berkata : “coba ketemu yang ‘engga lugu’, sama abisnya lu disini”.

Kurang lebih, sama dengan istilah “karena nila setitik, rusak susu sebelanga“. Karena beberapa oknum yang senang bisnis esek-esek dan mempromosikan dagangannya lewat media internet, maka cewek-cewek yang tidak seperti itu terkena imbasnya secara tidak langsung. Kasian kan. Apalagi ada embel-embel nama kota segala.

Karena itulah, mari kita upayakan menutup konten negatif yang sudah terlanjur menyebar di jagad dunia maya dengan konten positif. Dimulai dari kotamu terlebih dahulu, dalam hal ini, saya, Jogja-ku yang tetap istimewa.

Hehe..kenalin nih..cewek jogja lho..
Yang sedang SWO…hahahahaha..
(foto diambil dari FB masing-masing, kurang lebih seperempat abad yang lalu)

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai