Cara Mudah Menambah Berat Badan

Sebagian orang berusaha mencari kiat menurunkan berat badan. Berat badan yang tidak berat itupun ingin diturunkan dengan alasan yang beraneka macam. Bahkan saya pernah mendengar seorang wanita menolak makan demi diet yang sedang ia laksanakan. Padahal tubuhnya sudah sangat ramping alih-alih jika tidak mau dikatakan kurus. Bagian mana yang ingin dikurangi, tanya saya. Ia hanya tersenyum. Sedangkan sebagian orang di belahan bumi yang lain menginginkan yang sebaliknya. Berusaha mencari cara mudah menambah berat badan. Meminum susu formula khusus, makan 5x sehari, cemilan tidak pernah absen, mungkin sudah pernah dilakukan. Beberapa ada yang gagal alias berat badan tidak menambah. Beberapa yang lain justru terjebak dalam lingkaran setan lemak.

Sebenarnya ada cara mudah menambah berat badan. Cara ini tidak butuh semacam penjadwalan ketat. Harus begini harus begitu. Jika tidak begini maka akan gagal atau sebaliknya. Tidak se-Extreem itu tapi cara ini memang butuh More Than Word.

Saya pribadi yang sudah melakukannya tidak habis pikir, kenapa bisa menambah berat badan padahal tidak ada kiat khusus. Jalani hidup seperti biasa. Makan juga seperti biasa. Ambil pakai sendok, masukkan ke mulut. Itu saja. Namun entah kenapa, kawan yang juga sudah melakukannya memperlihatkan hal yang serupa. Berat badan mereka juga bertambah. Setelah obrolan yang cukup panjang, mereka mengaku berat badan bertambah sekitar 10-12 kilo. Dihitung dari sebelum mereka menggunakan cara mudah menambah berat badan lho.

Saya akui, saya tidak melakukan survei ilmiah akan hal ini. Hanya pandangan serta obrolan bersama rekan-rekan. Untuk perbedaan hasil, ya saya tidak bertanggung jawab. Sebenarnya apa sih cara menambah berat badan itu? dari tadi muter-muter aja.

Cara mudah menambah berat badan yang saya maksud adalah Nikah.

Mungkin ada sebagian kawan yang membaca akan tertawa atau malah sebaliknya, protes sambil berkata “Oo, tidak mungkin. Nyatanya saya semakin kurus”. Ya, hasil mungkin berbeda pada setiap orang.

Kemungkinan karena pikiran lebih tenang setelah menikah dibanding sebelum menikah. Karena setiap masalah yang datang akan dihadapi berdua, itu logikanya. Meskipun terkadang sang istri lebih sering berkata “terserah”.

Bisa juga sudah tenang karena tidak lagi diuber-uber keamanan RT karena sembunyi-sembunyi pacaran dalam kontrakan. Sudah ada label “Halalan Thoyibban” gituh.

Bisa jadi karena semua pekerjaan rumah ada yang mengambil alih, sehingga bisa lebih konsen dalam mencari nafkah. Meski tiap tengah bulan tetep kencengin ikat pinggang.

Atau malah saking nyamannya, membuat laki-laki menjadi malas. Sehingga hanya nonton tivi makan tidur makan kerja, nonton tivi makan tidur makan kerja, begitu seterusnya.

Tapi terlepas dari alasan terakhir tersebut diatas, Nikah menjadi jawaban ketika hasrat sudah susah dibendung. Daripada haram lebih baik halal tho. hehehehehe.

#endingnya ga nyambung. #hassmbuh

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai