Kiat mendidik anak : Beri Buku dan Pensil

Membeli mainan untuk anak memang menyenangkan. Terkadang saya malah keasikan sendiri melihat berbagai macam mainan yang dipajang di toko. Ada beberapa senjata plastik berwarna hitam tergantung di salah satu sudut toko. Senjata model AK dan Spectre yang pendek dan beberapa granat tangan. Yang tentunya mereka hanya mainan. Ada juga beberapa model kendaraan darat laut dan udara. Semua bisa dipilih sesuai minat si anak atau ajak anak saja langsung agar mereka memilih sendiri.

Orang tua perlu untuk memperhatikan mainan yang tepat bagi anak mereka. Karena seperti yang kita tahu, tidak semua mainan membawa dampak yang positif bagi perkembangan anak. Anak balita belum tumbuh gigi kurang cocok dengan mainan yang keras dan atau memiliki sudut, karena akan membahayakan gusi mereka. Serta mainan yang kecil dan mudah tertelan tentunya. Konon anak hyperaktif sebaiknya jangan diberi mainan berupa Bola, karena akan membuat mereka menjadi lebih tidak bisa diam.

Tidak ada salahnya membelikan mainan serupa keyboard yang jika tuts dipencet akan mengeluarkan bunyi sesuai dengan huruf yang tertulis diatasnya. Namun akan lebih baik lagi jika anda memberikan sebuah buku dan pensil untuknya menulis. Memang tidak efisien jika kita adalah orang tua yang super sibuk yang mana tidak memiliki waktu meski hanya sekedar menemani coret-coret diatas buku mereka. Namun buku dan pensil akan lebih banyak mengembangkan imajinasi mereka yang tiada batas, asalkan anda temani.

Buku dan pensil akan membuat anak cepat mengenali huruf, asalkan anda ajari. Buku dan pensil akan membuat mereka cepat mahir menggambar, asal anda tunjukan caranya. Dengan memperhatikan cara mereka memegang pensil, kita bisa lihat seberapa dekat ia dengan alat tulis tersebut.

Jangan khawatir dengan tembok yang penuh coretan tangan anak anda, karena sesungguhnya ia sedang berkreasi. Upayakan mengalihkannya melalui buku tulis kosong. Sebuah buku gambar tidak disarankan, karena jumlah lembarnya hanya sedikit meski lebih luas dan lebar. Menurut pengalaman penulis, sebuah buku gambar akan cepat habis halaman kosongnya dalam tempo beberapa menit. Sedangkan buku tulis kosong bisa beberapa hari. Mungkin hasil tersebut akan berbeda terhadap anak balita lain.

Ajari ia pelan-pelan, tidak perlu ada target. Jika baru dua huruf ia sudah beralih pada mainan yang lain, bersabarlah. Ikuti saja kemauannya.

Sesungguhnya, selembar kertas penuh gambar akan tampak lebih menarik dari pada sebuah mainan paling keren sekalipun. Karena penuh warna dan bisa menjadi sebuah cerita yang panjang. Apalagi jika anda, orang tuanya, mampu menunjukkan ekspresi saat bercerita. Tidak perlu seperti sebuah cerita novel yang fantastis, sebuah cerita sederhana cukup untuk meningkatkan imajinasi mereka.

Sebuah kertas bergambar buah-buahan, bisa menjadi cerita yang panjang. Luangkan waktu untuk menulis dan membaca bersamanya dan lihatlah perkembangan si buah hati.

Related posts

14 Thoughts to “Kiat mendidik anak : Beri Buku dan Pensil”

  1. benar2 tips yang cerdas dari seorang bapak yang kebapakan..

    tapi set, sebagai seseorang yang menyukai menggambar, melukis, dsb… ternyata menurut pengalaman saya (serius ini), kebiasaan menggambar, melukis, dan hal2 lain yang membutuhkan kemampuan imajinasi itu ada efek negatifnya.. apakah itu? berkurangnya konsentrasi saat berinteraksi dengan orang lain.. efek ini akan kurang baik ketika berada dalam kelas ketika belajar di Sekolah, karena akan cenderung mengabaikan materi yang disampaikan guru.. hasilnya anak jadi malas belajar.. jujur saja malah saya ini nyaris gak pernah belajar, kalo blajar pas mau ujian saja (dont try at home lho ini, kecuali Anda memiliki ingatan kuat).. hasilnya seumur hidup saya belum pernah ranking satu, tapi Alhamdulillah selalu masuk 10 besar 😀

    dulu pas waktu SMP saya pernah disindir sama Pak Guru –> suatu ketika Pak Guru membicarakan tentang sifat2 seseorang, dan kemudian tiba2 pada akhir pembicaraannya beliau mengatakan “.. ada juga anak yang sebenarnya pandai tetapi lebih memilih menggambar saja..” Tapi memang begitulah saya.. pernah juga ada yang mengatakan saya ini “mubadzir” (astaghfirullah semoga tidak terjadi) dan masih banyak hal2 serupa yang saya alami yang pada intinya menjadi orang kreatif yang banyak imajinasinya akan cenderung meng-karantina bakat2 lain kita..

    saya sih belum punya anak, tapi kalau boleh menambahkan apa yang ditulis teman satu genk saya waktu STM ini: jika Anda punya anak kenalilah bakatnya, arahkan, berikan fasilitas.. tapi ingatkan tentang kewajibannya: BELAJAR (jaman sekarang nilai bagus dan ijazah itu masih sangat penting!).. wah ini kalo diteruskan bisa lebih panjang dari postingannya..

    gimana kabarnya set? irul gimana? udah kelas berapa skarang? <– kayak de javu deh 😀

    1. Satusatuen

      kebiasaan…
      iki komen po posting neng kolom komen tho??

      Ini kan sebenarnya membahas mengenai memilih alat mainan yang lebih baik. Nah disini saya anjurkan untuk memberi buku dan pensil saja, dari pada mainan dalam wujud lain.
      soal belajar apa engga, ya itu beda topik. mungkin di postingan yang lain. hgehehe..
      soal koe sing ra tau juara 1..hahahahaha itu derita loe…mesakke..jiakakakaka pisssss

      1. ya po? hahaha.. kalo poiknya memilih mainan ya jangan dikasih buku hahaha.. buku dan pensil itu alat tulis, biasanya untuk belajar.. dadi salah paham iku.. hahaha..

        soal aku gak pernah juara 1 aku nggak menderita, gak usah dimesakke barang.. karna memang aku pernah mau tampil didepan dan memimpin..

        1. Satusatuen

          iyo kui alat tulis, tapi dari pada bedil bedilan ra nggenahm mending di jak nulis . kenalken angka.
          …..
          jiaaaaa
          iya deeeeehh yang mau tampil di depan dan memimpin.

          1. brarti daripada bermain lebih baik belajar nek ngono..
            …..
            jiaaaaa
            gak deeeeehh gak mau tampil di depan dan memimpin

  2. keyen deh kaka…..keyen keyen keyen keyeeeeeeeeeeen……… 😀

    1. Satusatuen

      makasiiih..*jadi malu

  3. Wah, nanti saya aplikasikan kalau sudah nikah dan punya anak hehe 😀

    1. Satusatuen

      aplikasikan kepada adek atau ponakan juga bisa..hehehe
      kapan merid el?

      1. gak punya adek dan belum punya ponakan hahaha ..
        merried? hmmm … kapan ya? *lho kok balik nanya* 😆

        1. Satusatuen

          hahaha
          udah ada calon belum?

          1. Mau mencarikan, Mas?
            *lho dari tadi pertanyaannya dijawab pertanyaan, ya* 😆

          2. Satusatuen

            boleh, ntar pasti el suka..cuma yang jadi pertanyaan tuh mereka suka el ngga ya..??

  4. Cerita Hikmah: Semut Dan Lalat | BlackDragon™+© | inspirasi.me

    […] Semut dan LalatSemut dan lalatMenyimak Hikmah di Balik Film Hafalan Sholat DelishaKiat mendidik anak : Beri Buku dan Pensil […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: