Bagaimana membayar hutang puasa?

Orang yang melewatkan sebagian hari-hari Ramadhan (tanpa berpuasa) karena uzur/halangan, apakah ia harus meng-qadha’-nya berturut-turut atau boleh tidak berturut-turut?

Yang benar adalah dibolehkan dengan cara tidak berturut-turut, karena ayat mengenai ini tidak menyebutkan harus berturut-turut, tapi Allah menyebutkan secara umum, sehingga hal ini menunjukkan bolehnya meng-qadha’ dengan cara tidak berturut-turut. Namun yang utama adalah meng-qadha’-nya secara berturut-turut, karena memang seperti itulah puasa yang di-qadha’-nya itu, yaitu hari-hari yang dilewatinya itu berturut-turut maka qadha’-nya pun berturut-turut pula.
Syaikh Ibnu Jibrin, Fatawa ash-Shiyam, disusun oleh Rasyid az-Zahrani, hal. 124-125.
Sumber: Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, Darul Haq, Cetakan VI, 2009

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai