Antara luka atau terus berlari

Derek Redmond,Seorang pelari muda yang di favoritkan menjadi kandidat juara lari 400m di Olimpiade Barcelona,mendadak menghentikan lari sambil memegang hamstring di kaki kanannya. Ia terkapar di lintasan yang kurang lebih 250 meter menjelang garis finis. Raut kecewa jelas terlihat di wajahnya,namun yang menakjubkan adalah Derek bangkit dan mulai berlari lagi meskipun para official meminta ia agar berhenti.
Derek terus berlari hingga seseorang dari kerumunan penonton menerobos menuju lintasan. Ia tak lain adalah Ayah Derek. Ia mengejar Derek. Di sentuhnya pundak pelari tersebut sambil berkata “Kau tak perlu melakukan ini”
Namun Derek menjawab “Aku harus” sambil meneruskan larinya.
“Baiklah..” sahut Ayahnya “Kita akan melakukannya bersama”
Sambil memeluk Derek,orang itu memapahnya agar dapat terus berlari. Mereka menjalani sisa lintasan bersama,hingga beberapa meter sebelum garis finis. Sang Ayah melepaskan Derek agar ia melintasinya sendiri.

Derek menyelesaikan lombanya di iringi standing applause dari 65.000 penonton yang memadati stadiun hari itu. Ia mungkin tidak memenangkan lomba sebagai juara satu,namun ia memenangkan hati penonton.

***

Derek telah mengajarkan kepada kita agar tidak menyerah terhadap “LUKA” dan terus berlari meskipun luka itu menghambat laju. Dia tahu,terus berlari hanya akan membuat lukanya semakin parah namun sepertinya itu bukan pilihan bagi dirinya. Terus berlari adalah satu pilihan karena hidup ini tidak pernah berhenti.

Satu lagi.

Ayah. Jadikan diri kita sebagai ayah yang akan membantu anak kita. Ketika kita dapati ia “cidera” sedangkan ia menginginkan menyelesaikan “lomba” yang ia jalani. Sepantasnya kita “berlari” menghampirinya dan memberikan pundak kita agar ia mampu untuk kembali “berlari”.

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai