Aku dan Sepotong Cokelat Allegro

Seketika ingatanku berlari pada masa kanak-kanak. Kala berjalan mengelilingi Taman Sari sendirian, memasuki Sumur Gemuling, menaiki Pulau Cemeti serta kesana kemari di Pasar Ngasem melihat ikan-ikan yang lucu.

Terkadang, kesendirian itu seperti sebuah anugerah yang luar biasa. Aku dapat menjelajah kemanapun aku suka. Aku dapat memanjat apapun yang aku mau. Namun seringkali kesendirian terasa membunuhku. Kesendirian seperti sebuah siksa.

Aku tidak mengetahui seberapa ramainya Pasar Ngasem waktu itu. Aku hanya menikmati ikan warna-warni yang berenang dalam kesendirian. Aku menikmati semilir angin Pulau Cemeti dan menyaksikan bangunan Mojali dari kejauhan tanpa teman. Mencium kesunyian lorong bawah tanah Taman Sari dalam kegelapan. Entah apa lagi yang kulewatkan.

Yang kutahu, saat itu di jalan Polowijan belum ada toko coklat. Kebanyakan menjual hal-hal yang berkaitan dengan hewan peliharaan. Kandang burung dan pakannya, Aquarium dan filter airnya, geliat ular dan tikus-tikus putih calon korbannya serta banyak lagi lainnya. Banyak yang telah berubah.

Pasar Ngasem bukanlah yang dulu. Ia kini berubah menjadi bagian dari wisata kota jogja. Menjadi tempat pertunjukan dan ajang kreatif kawula muda. Pulau Cemeti bersih dan telah direvitalisasi. Ia berdiri kokoh namun tidak untuk dimasuki. Yang menggembirakan, di satu sudut jalan Polowijan telah ada toko Cokelat.

cokelat allegro sweet corner pasar ngasem

sepotong cokelat terindukan

Seperti halnya Pasar Ngasem, aku juga telah berbeda. Aku tidak sendiri lagi. Langkahku telah ada yang menemani. Terowongan bawah tanah Taman Sari sudah tidak terasa sunyi. Meski tidak ada suara gelembung air aquarium atau kicau burung dan riuh anak-anak merajuk ayahnya membeli ikan, coklat Allegro ada untuk menemaniku dalam perjalanan.

Kesendirian terkadang membawa imajinasi hebat dan penemuan-penemuan, namun aku merasa beruntung ketika bersamamu.

cokelat allegro sweet corner pasar ngasem

katakan cinta dengan cokelat

Sponsor tulisan : Sw33t COrne3r, Jln Polowijan no 38 ( Depan Pasar Ngasem Jogja )

About the author

Menyukai tantangan meski bukan penantang Ku suka petualangan meski bukan petualang Ku juga suka menulis meski bukan penulis Aku juga suka menyukai